Jaringan 310 Kg Sabu Asal Iran Diduga Pasok Narkoba ke Kampung Ambon

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 21:37 WIB
Polres Jakpus bongkar peredaran sabu 310 kg di Gunung Sindur, Bogor.
Polres Jakpus membongkar peredaran 310 kilogram sabu. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Pusat membongkar jaringan pengedar 310 kilogram sabu asal Iran. Diduga, jaringan ini pula yang selama ini menyuplai narkoba ke Kampung Ambon dan kampung lainnya.

"Sumber narkotika yang beredar di Kampung Ambon dan beberapa tempat lain di wilayah Jakarta disuplai oleh mereka,"ucapnya.

Fadil berharap tertangkapnya jaringan ini dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba di tempat-tempat transaksi narkoba.

"Mudah-mudahan dengan tertangkapnya jaringan Iran-Nigeria dan kelompoknya di Indonesia, beberapa lokasi yang lazim digunakan untuk transaksi narkoba seperti Kampung Ambon dan beberapa lokasi lainnya bisa kita kendalikan. bisa kita tuntaskan," tuturnya.

Lebih lanjut, Fadil mengapresiasi Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi dan Kasat Reskrim Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat atas terungkapnya jaringan narkoba ini.

"Saya apresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan Kapolres Jakarta Pusat dan Kasat Narkoba, tentunya atas koordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya atas prestasi yang cukup spektakuler ini," bebernya.

Mantan Kapolda Jatim ini meminta jajarannya serius dalam memberantas narkoba. Fadil menyeru jajarannya untuk menumpas tuntas narkotika yang merusak generasi bangsa.

"Saya kira ini hadiah buat kita semua menjelang besok lusa kita memasuki 1 Syawal, pengungkapan ini mudah-mudahan sekaligus memberi satu semangat dan kita untuk terus melindungi dan menjaga warga dari penyalahgunaan narkoba," tuturnya.

Jaringan ini ditangkap polisi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (8/5) malam lalu. Dua orang tersangka NR dan HA ditangkap dalam kasus ini.

Dari keduanya, polisi menyita 310 kg sabu yang disimpan dalam piston dan kotak makanan. Sabu ini disebutkan merupakan produksi asal Iran dan dikendalikan oleh WN Nigeria.

(mea/mea)