Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Difitnah!

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 19:47 WIB
Jakarta -

John Kei dituntut 18 tahun penjara terkait kasus penyerangan di Green Lake City, Tangerang, dan Duri Kosambi, Jakarta Barat. John Kei mengaku difitnah.

"Saya persilakan kepada Tuhan dan pengacara saya untuk membuat pledoi. Dan saya cuma berdoa kepada tuhan supaya karmanya berlaku untuk jaksa penuntut umum," kata John Kei dalam tayangan video yang disiarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena sidang digelar virtual, Selasa (11/5/2021).

John Kei menegaskan ia tidak pernah menyuruh membunuh. Bahkan, menurut John Kei, ia hanya menyuruh menagih utang dengan menyerahkan surat kuasa.

"Saya tidak pernah menyuruh, membunuh, memukul," ujarnya.

"Saya menyuruh menagih, pada saat itu saya menyerahkan surat kuasa. Saya difitnah," ungkapnya.

Sementara itu, John Kei juga mengomentari anak buahnya yang dituntut hukuman 16-18 tahun penjara. Menurutnya, tuntutan itu zalim.

"Saya pikir saudara jaksa menuntut teman teman saya tidak melihat fakta persidangan dan tidak hati nurani," ujar John Kei.

Hakim menyarankan agar John Kei menyampaikan pendapatnya dalam pleidoi yang akan digelar pada Senin (17/5) mendatang. Sementara itu, penasihat hukum John Kei, Anton Sudanto, berharap hakim menghukum ringan kliennya.

"Tadi John Kei sangat sedih dan sangat zalim jaksa atas tuntutan ke anak buahnya dan beliau masih percaya pada tuhan, beliau masih yakin bahwa akan bebas. Kami minta mata hakim akan melihat itu," ujar Anton.

Lebih lanjut, Anton mengatakan tuntutan jaksa penuntut umum terlampau tinggi. Ia akan mengajukan pleidoi untuk membela para terdakwa. Sebab, menurutnya, John Kei hanya memberi kuasa kepada pengacaranya untuk menagih utang.

"Yang paling penting sudah jelas ada kezaliman di sini. Kami sangat prihatin apalagi seorang John Kei seorang yang meminta kepada seorang lawyer untuk menagih karena kan sudah 18 tahun, jaksa hampir semua tidak pernah mengambil fakta persidangan. Jadi hanya sebagai ingin benar-benar menghukum seberat-beratnya 7 terdakwa ini," ujar Anton.

"Bukan mencari keadilan itu yang kami sesali, tapi kami tetap istikamah kami akan melakukan pleidoi pembelaan tahapan sebelum putusan kami masih percaya bahwa di sini ada yang mulia majelis yang punya hati dan nurani. Kami akan melakukan pleidoi sebaik-baiknya dan akan ungkap sebaik-baiknya. Kami masih yakin bahwa ini bebas untuk bung John," ujarnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Kejari Jakbar menuntut John Kei dengan pidana penjara 18 tahun terkait kasus penyerangan di Green Lake City, Tangerang, dan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Sedangkan 6 anak buah John Kei dituntut 16-18 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada John Refra alias John Kei dengan pidana penjara selama 18 tahun dikurang selama terdakwa berada di tahanan," kata Jaksa penuntut umum saat membacakan tuntutannya di PN Jakbar, Jakarta Barat, Selasa (11/5).

(yld/isa)