Sosok

Mencegah Tragedi Mei 1998 Terulang di Peacesantren Welas Asih

dtv - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 10:58 WIB
thumbnail sosok irfan amalee tema peacesantren
Foto: 20Detik
Jakarta -

Peace Generation mempunyai program-program yang dilakukan pada acara tertentu. Salah satunya, Peacesantren. Dulunya, Peacesantren ini adalah program setiap bulan Ramadhan.

"Awalnya Peacesantren itu programnya Peace Generation setiap tahun bulan Ramadhan. Mungkin sekitar 5-6 tahun terakhir ya," ujar Direktur Eksekutif Peace Generation Irfan Amalee..

Seiring berjalannya waktu, Irfan dan tim Peace Generation merasa bahwa sangat diperlukan tempat belajar atau lembaga pendidikan yang dijadikan laboratorium sebelum ilmu atau bahan-bahannya disebarluaskan ke tempat lain. Maka Peacesantren bertransformasi menjadi lembbah, tidak hanya berupa program saat Ramadhan belaka.

"Jadi setiap bulan Ramadhan, ngajarin 12 nilai dasar perdamaian, namanya Peacesantren Ramadhan. Tapi saya dan teman-teman itu merasa kita perlu punya lembaga pendidikan yang jadi laboratorium untuk menguji bahan-bahan kita sebelum disebarkan ke tempat lain," lanjut pria berkacamata ini.

Akhirnya dibuatlah Peacesantren Welas Asih yang berada di daerah Garut. Welas Asih yang artinya adalah Ar Rahmah, cinta kasih.

"Welas Asih itu adalah kalau bahasa inggrisnya compassion. Dalam bahasa arabnya, Ar Rahmah. Bahasa dulunya, Cinta Kasih. Tapi diserap bahasa Indonesia menjadi Welas Asih," ujar Irfan Amalee.

Peace Generation adalah komunitas yang digagas oleh Irfan Amalee yang berfokus pada gerakan perdamaian. Ide yang mendasari Irfan Amalee untuk aktif bergerak mengampanyekan perdamaian adalah Tragedi Mei 1998.

Dia mengaku kaget melihat bagaimana kerusuhan berbau SARA pecah di Indonesia. Irfan menceritakan bagaimana ketika kecil dia hidup di lingkungan yang beragam warganya dengan damai. Dari situlah cikal bakal terbentuknya komunitas Peace Generation.

(gah/gah)