BPIP Ajak Konferensi Waligereja Sinergi Bumikan Nilai Pancasila

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 10:51 WIB
BPIP
Foto: Dok. BPIP
Jakarta -

Jajaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar silaturahmi Ramadhan di Gedung KWI, Jakarta Pusat, Senin (10/5). Adapun acara yang digelar langsung dan daring ini merupakan bagian kunjungan BPIP ke berbagai organisasi keagamaan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Dewan Pengarah BPIP Rikard Bagun mengajak semua pihak untuk meningkatkan kolaborasi, sinergi, dan harmonisasi dalam penguatan ideologi Pancasila. Pasalnya, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan internal, yakni kekecewaan dari segi implementasi Pancasila terutama sila kedua.

"Sekarang banyak sekali ujaran kebencian. Selain itu, adalah sila kelima keadilan sosial," ujar Rikard dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5/2021).

Di samping itu, Rikard menyebut adanya tantangan eksternal terkait ideologi tandingan pun membuat persoalan rumit. Hal ini telah dirasakan melalui sikap intoleransi dan ujaran kebencian. Oleh karena itu, ia berharap silaturahmi ini dapat mengatasi berbagai persoalan tersebut dengan membumikan nilai Pancasila.

"Tujuan BPIP datang ke sini untuk berbagi persoalan tantangan internal kita," ungkap Rikard.

Sementara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi juga mengajak masyarakat untuk bergotong-royong mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

"Tujuannya agar umat beragama di Indonesia tetap rukun, adil, dan makmur," ucapnya.

Mantan Rektor UIN Yogyakarta ini menegaskan kebhinekaan adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri. Menurutnya, perbedaan suku, bahasa, hingga agama merupakan bukti nyata bangsa Indonesia luar biasa. Dalam hal ini, Pancasila menjadi falsafah negara yang sering disebut sebagai meeting point dalam menyatukan berbagai perbedaan,

"Menyatukan beragam macam bentuk dan pandangan dalam mewujudkan cita-cita bangsa," tukas Yudian.

Di kesempatan yang sama, Ketua KWI Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo menegaskan komitmen KWI terhadap Pancasila. Seperti umat lainnya, ia menyebut pemeluk Katolik juga berkewajiban menjaga Pancasila.

Lebih lanjut Suharyo mengatakan dirinya juga selalu mengajak umat Katolik untuk mewarisi semangat para pendiri bangsa, termasuk yang dulu pernah disuarakan Uskup Agung Soegijapranata soal cinta Tanah Air. Suharyo menjelaskan umat Katolik menerjemahkan bentuk cinta Tanah Air dalam berbagai bentuk konkret, seperti halnya terlibat aktif dalam Sumpah Pemuda 1928.

"Jadi yang diingat dalam doa itu adalah Hari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, dan Pancasila pada 18 Agustus 1945," jelas Suharyo.

Sejak 2016, lanjutnya, Keuskupan Agung Jakarta juga selalu mengajak umatnya untuk mengamalkan Pancasila. Suharyo menyampaikan setiap tahunnya, mereka mempelajari setiap sila mulai dari sila pertama hingga kelima. Tak hanya itu, mereka juga mendalami dinamika ideologi, yang kemudian diterjemahkan dalam gagasan dan tindakan.

"Harapannya dengan dinamika itu, ideologi Pancasila dan gagasan yang diterjemahkan itu dapat menjadi watak umat Katolik," pungkasnya.

Diketahui, dalam acara tersebut hadir langsung Deputi I BPIP Prakoso, Deputi II BPIP K.A. Tajuddin, Deputi IV BPIP Baby Siti Salamah, dan Stafsus Ketua Dewan Pengarah Romo Benny Susetyo. Sementara Wakil Kepala BPIP Hariyono, dan jajaran lainnya mengikuti acara secara daring.

(akn/ega)