LSM: Setneg dan Pengusaha Perkeruh Kasus Sudi
Jumat, 10 Mar 2006 17:30 WIB
Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Sudi Silalahi yang banyak diserang, kini mendapat pembelaan. Sebuah LSM yang menamakan diri People Aspiration Center (Peace) menuding ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh kasus surat rekomendasi Sudi. Siapa mereka?Dugaan itu disampaikan Ketua Peace Ahmad Sahab dalam jumpa pers di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/3/2006). Peace mengaku sudah melakukan kajian terhadap kasus surat rekomendadi Sudi soal renovasi KBRI di Seoul, Korea Selatan.Dari hasil kajian, Peace menemukan kesimpulan adanya konspirasi di tingkat elit yang bermotifkan politik dan bisnis dalam kasus Sudi. Selain itu kasus ini dimanfaatkan kelompok tertentu untuk memperkeruh suasana untuk kepentingan kelompoknya sendiri.Peace mempunyai daftar 5 pihak yang memiliki andil memperkeruh masalah Sudi. Pertama, pengusaha bermasalah yang ingin mengalihkan perhatian kasusnya yang sedang ditangani oleh aparat.Kedua, pengusaha yang sulit menembus istana. Mereka menganggap Sudi sebagai penghalang untuk bertemu presiden. Ketiga, Setneg, karena sudah menjadi rahasia umum adanya kompetisi antara Setneg dengan Seskab."Dengan lemahnya posisi Seskab, otomatis Setneg akan lebih berperan melakukan fungsinya," urai Sahab.Keempat, barisan politisi sakit hati yang dulu ikut andil menjadikan SBY sebagai presiden namun tidak mendapatkan kue kekuasaan. Mereka menganggap Sudi sebagai komandan tim sukses yang berperan untuk ikut menciptakan kekuasaan telah menjegalnya.Kelima, politisi beroposisi total yang bertujuan secara terang-terangan menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui pencintraan negatif.Sahab bersumpah tidak disuruh siapa pun termasuk oleh Sudi. "Billahi tidak ada yang mensponsori ini. Ini murni kami dari LSM," kata Sahab.Ia lantas meminta DPR tidak mempolitisasi kasus Sudi. "Stop politisasi surat Seskab. Letakkan secara proporsional agar semua dapat bekerja dengan baik. Percayakan kepada aparat ke polisian untuk menyelidikinya," pinta Sahab.
(iy/)











































