111 Warga Binaan Panti Gangguan Jiwa di Cengkareng Barat Positif COVID

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 04:42 WIB
Sars-CoV-19 test tube in purple protective glove, virus illustration on computer screen in background
Foto: Getty Images/iStockphoto/PS3000
Jakarta -

Lurah Cengkareng Barat Ilham Agustian mengungkapkan alasan kelurahannya menjadi wilayah dengan kasus aktif virus Corona (COVID-19) tertinggi di DKI Jakarta. Menurutnya, ada dua klaster panti sosial yang menyumbang angka kasus aktif tinggi.

Dilihat dari data milik Pemprov DKI Jakarta di situs corona.jakarta.go.id, Senin (10/5/2021), di Cengkareng Barat terdapat 174 kasus aktif. Cengkareng Barat menjadi posisi tertinggi disusul oleh Pademangan Timur dengan 122 kasus positif.

Data yang disampaikan oleh Ilham, dari 174 kasus aktif tersebut, hanya sebagian kecil kasus aktif di area permukiman. Paling banyak berada di Panti Sosial Bina Insani (PSBI) untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama IV (PAAPU IV) untuk anak-anak jalanan.

111 orang warga binaan, dan 11 petugas PSBI mengalami positif per tanggal 28 April 2021. Sementara itu, ada 34 warga binaan, dan 2 petugas positif di panti anak pada 26 April 2021.

Penyebaran di panti sosial dikarenakan ada satu warga binaan yang terkena positif. Sehingga menyebar ke warga binaan yang lainnya.

"Panti sosial anak jalanan, warga binaan positif karena mungkin ada yang positif saat masuk ke panti. Jadi, menularkan ke yang lain, sudah di RS Duren Sawit untuk di karantina," ucap Ilham.

Sementara itu, kasus di panti untuk orang dengan gangguan jiwa, diketahui setelah ada satu petugas positif COVID. Dari situ, diketahui ada 111 warga binaan ODGJ yang positif.

"Ada petugas satu positif pas tracing, ternyata ada 111 warga binaannya itu terkonfirmasi positif, dan 11 petugas panti terkonfirmasi positif," ujarnya.

Ilham menyebut, dua klaster itu tidak menyebar ke permukiman masyarakat. Bahkan, Ilham menyebut ada kawasan di RW Cengkareng Barat yang nol kasus aktif COVID-19.

"Lingkungan aman, sekarang kita ada beberapa RW yang 0 kasus. Tapi karena klaster panti saja terlihat menjulang tinggi. Panti kan ada kasus positif langsung cepet nularnya," katanya.

Lihat juga video 'Duh, 56 Orang Sekampung di Pati Kena Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/man)