Round-Up

Estafet Kasus Suap Bupati Nganjuk dari KPK ke Bareskrim Polri

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 02:40 WIB
KPK dan Bareskrim konpers soal OTT Bupati Nganjuk (Azhar Bagas/detikcom)
Foto: KPK dan Bareskrim konpers soal OTT Bupati Nganjuk (Azhar Bagas/detikcom)
Jakarta -

Kasus dugaan suap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat tak lagi ditangani oleh KPK. Lembaga antirasuah itu menyerahkan tongkat estafet kepada Bareskrim Polri.

Kasus ini mencuat saat Bupati Nganjuk ditangkap di Jawa Timur terkait dugaan suap jual beli jabatan. Dalam penangkapan ini, uang ratusan juta Rupiah juga disita.

Usai penangkapan, terungkap bahwa kasus ini tidak hanya diselidiki oleh KPK melainkan juga dengan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Polri. Penyelidikan berlangsung sejak April 2021.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menuturkan KPK menerima laporan adanya penerimaan hadiah atau janji yang terkait dengan pengisian jabatan pada perangkat desa dan camat di lingkungan Pemkab Nganjuk sejak akhir Maret 2021. Tim pengaduan masyarakat (Dumas) lalu menindaklanjuti laporan itu.

"Saat unit koordinasi dan supervisi penindakan KPK berkoordinasi dengan Dirtipikor Bareskrim Polri, juga diperoleh info bahwa Bareskrim Polri juga menerima aduan masyarakat yang sama terkait hal tersebut," kata Lili dalam jumpa pers di Gedung KPK, Senin (10/5/2021).

"Untuk menghindari adanya tumpang tindih laporan masyarakat, maka dilakukan koordinasi KPK dengan Bareskrim Polri 4 kali dan sepakat akan dilakukan kerjasama menindaklanjuti laporan masyarakat yang dimaksud," sambungnya.

Pada akhirnya, KPK dan Polri mencapai kesepakatan. Dugaan suap jual beli jabatan Bupati Nganjuk ini dilanjutkan oleh Dirtipikor Bareskrim Polri.

"Penyelesaian penanganan perkara ini akan dilakukan oleh Dirtipikor Bareskrim Mabes Polri," ucap Lili.

Jumpa pers itu tidak hanya dihadiri pihak KPK. Dari Polri, hadir langsung Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Senada dengan Lili, dia juga memaparkan awal mula kesamaan penyelidikan kasus ini antara KPK dan Polri.

Penuturan Kabareskrim Polri selengkapnya dapat disimak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2