5 Nelayan Sumut Ditangkap Malaysia Lagi, Beruntung Tak Disanksi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 01:56 WIB
5 nelayan asal Deli Serdang ditangkap Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) di wilayah Perak
5 nelayan asal Deli Serdang ditangkap Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) di wilayah Perak (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Lima orang nelayan asal Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), tertangkap Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) wilayah Perak. Kelimanya mengaku tidak sadar memasuki wilayah perairan Malaysia.

Saat ini kelimanya telah dibebaskan dan diserahkan kepada Tim Satgas KBRI Kuala Lumpur. Perahu mereka pun dikembalikan serta tak dikenakan sanksi apapun.

"Penangkapan dilakukan atas dugaan perahu nelayan tersebut memasuki wilayah teritorial Malaysia tanpa izin dan melanggar Akta Perikanan Malaysia 1985," kata Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur, Supendi, dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

Penyerahan dari APMM kepada Satgas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilakukan di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia pada Sabtu (8/5) yang difasilitasi Tim Satgas KBRI. Kelima nelayan tersebut sebelumnya menjalani tes PCR di Malaysia.

Supendi mengatakan Tim Satgas KBRI melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Pejabat APMM wilayah Perak membicarakan agar para nelayan tersebut dapat segera dibebaskan. Tim Satgas juga bertemu dengan kelima nelayan WNI untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik dan memfasilitasi komunikasi dengan pihak keluarga di Deli Serdang.

Komunikasi dengan APMM dilakukan setelah Tim Satgas KBRI Kuala Lumpur menerima laporan ada perahu nelayan Indonesia ditangkap di Selat Malaka.

"Para nelayan WNI menyampaikan tidak menyadari telah memasuki wilayah perairan Malaysia hingga akhirnya ditangkap APMM Perak pada hari Sabtu 24 April 2021 sekitar 9,3 NM Barat Daya Pulau Buloh," kata Supendi.

"Kelima nelayan tidak membawa dokumen identitas diri sehingga Tim Satgas KBRI menyiapkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) untuk proses dokumen kepulangannya," tambahnya.

Supendi menambahkan seluruh rangkaian pembebasan tanpa dikenakan sanksi. merupakan langkah cepat melakukan komunikasi dan kerja sama yang baik antara KBRI Kuala Lumpur dengan pihak APMM Wilayah Perak. Pihaknya mengapresiasi kerja sama dari pihak APMM.

Kejadian penangkapan nelayan WNI oleh pihak APMM Malaysia sering terjadi. Kasus terakhir menimpa 4 nelayan asal Deli Serdang yang dijatuhi hukuman penjara 30 bulan dan 18 bulan oleh Mahkamah Seksyen Ipoh tanggal 18 Februari 2021 lalu.

"Ke depannya diperlukan sosialisasi kepada nelayan yang berada di pesisir pantai Pulau Sumatera dan sekitarnya terkait pemahaman batas wilayah teritorial antara perairan Indonesia dan Malaysia oleh Dinas Perikanan setempat serta informasi ancaman sanksi apabila terjadi pelanggaran tersebut," ungkapnya.

(eva/jbr)