Adzan Berkumandang di Tower Bridge London dalam Pertemuan Lintas Keyakinan

Trisna Wulandari - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 14:36 WIB
Tower Bridge, landmark Kota London
Foto: Fitraya Ramadhanny
Jakarta -

Adzan maghrib berkumandang di jantung kota London, Inggris menutup pertemuan lintas keyakinan, Jumat (7/5/2021). Adzan berlanggam Mekah tersebut dilantunkan Kazi Shafiqur Rahman ke penjuru ibukota Inggris dari tengah Tower Bridge London.

Adzan Rahman menjadi penutup buka bersama Ramadhan pada pertemuan yang diselenggarakan Tower Hamlets Homes, East London Mosque, dan London Muslim Center, dan Tower Hamlets Interfaith Forum. Pertemuan ini dihadiri residen lokal dari berbagai keyakinan, seperti dikutip dari Morocco Word News.

Acara tersebut bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi yang lebih baik dan saling pengertian antarkeyakinan para warga pemukiman kota London di tengah situasi internasional hari ini.

Pengusaha berdarah Inggris-Bangladesh tersebut mengumandangkan azan dengan gaya kepala muadzin Grand Mosque, Sheikh Ali Ahmad Mulla dalam balutan gamis putih dan ghutra khas Arab Saudi.

Sheikh Mulla telah menjadi muadzin di Grand Mosque sejak 1975. Gaya adzan yang dipelajarinya sejak kecil itu mendorong Rahman untuk mengumandangkan adzan di ruang publik.

Rahman biasanya mengumandangkan adzan di masjid-masjid dan acara di London. Ia menuturkan syukur karena diberkahi kesempatan melantunkan adzan ke penjuru ibukota dengan masyarakat lintas keyakinan tersebut.

"Saya hanya orang biasa, tapi saya merasa Allah mengkaruniai saya dengan suara dan kesemptaan seperti ini, yang keduanya saya syukuri. Keduanya memberi rasa kepuasan bahwa azan yang saya kumandangkan diapresiasi di seluruh dunia. Ini membuat saya memuja Allah lebih dalam lagi," tuturnya.

Pada 2020, Rahman mengumandangkan azan di Canary Wharf, pusat distrik keuangan di London. Ia juga mencuit video azannya di akun twitter, "For the first time in history, azan in Canary Wharf London. Makkah Style. Beautiful Atmosphere"

"Setelah melantunkan azan di Canary Wharf tahun lalu, saya tersadar bahwa panggilan salat adalah pesan yang sangat kuat, dan saya (juga) menyebarkannya ke dunia lewat media sosial," tutur pemilik akun Twitter @kazi_abidur ini.

Rahman menuturkan, video tersebut tersebar luas bahkan di LinkedIn. "Dan banyak nonmuslim mengatakan betapa memesonanya adzan, lalu bertanya apa sesungguhnya makna adzan," tutur Rahman seperti dikutip dari Arab News.

Respons di media sosial menginspirasinya untuk melanjutkan kegiatan adzan di ruang publik. "Dampak adzan tahun lalu amat sangat tidak disangka, videonya mendapat jutaan views," kata Rahman.

Ia mengaku semula terkejut dengan respons terhadap adzan tahun lalu. Tetapi kemudian ia sadar, adzan merupakan seruan Allah dan dan panggilan salat, sehingga hakikatnya memang untuk menjangkau banyak orang.

Ia kemudian diajak kembali melantunkan adzan tahun ini untuk menutup pertemuan lintas keyakinan yang diorganisir firma real estate Tower Hamlets Homes dan East London Mosque tersebut. Kedua organisasi tersebut bertemu pada hari Jumat dalam acara Tower Hamlets Interfaith Forum.

Saat hendak adzan di Tower Bridge, ia mengaku gugup karena ingin sebaik adzan tahun lalu.

"Aku juga mengingatkan diri untuk melakukan adzan hanya karena Allah dan hanya Allah. Dengan media sosial, mudah sekali teralihkan dan jadi memikirkan sebanyak apa respons yang didapat dari azan tahun ini. Tapi itu tidak boleh jadi niatan saya," kata Rahman.

Rahman berharap dapat mengumandangkan adzan di tempat ikonik di penjuru dunia lainnya seperti Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi.

(lus/lus)