Kesaksian Keluarga Pemuda yang Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 14:33 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
Ilustrasi Vaksin COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Seorang pemuda di DKI Jakarta Trio Fauqi Firdaus dikabarkan meninggal dunia setelah di vaksin Corona AstraZeneca. Pihak keluarga menyampaikan kronologi sebelum Trio meninggal dunia.

Awalnya Trio menjalani vaksin di GBK pada Rabu (5/5). Trio pulang ke rumah dalam rentang waktu pukul 15.30-16.30 WIB. Trio bercerita sudah melakukan suntik vaksin difasilitasi kantornya.

"Dia bercerita ke ibu saya bahwa dia baru saja melaksanakan suntik vaksin di GBK yang bekerja sama dengan RS Pertamina Pusat kalau nggak salah. Setelah pulang dia mengeluh nih kepada ibu saya, dia mengalami kondisi yang tidak enak setelah itu," kata Viki, kakak korban, saat dihubungi, Senin (10/5/2021).

Kepada ibunya, Trio mengaku merasakan demam, sakit kepala hebat, dan pegal linu di sekujur tubuh. Awalnya sempat ditawarkan obat sakit kepala, tapi ditolak karena khawatir usai divaksinasi.

"Bahwa dia mengeluhkan demam tinggi, sakit kepala hebat terus sekujur tubuhnya linu," ujarnya.

Kemudian korban dibawa ke klinik dekat rumahnya, tapi sampai di sana klinik tersebut tutup sehingga tidak jadi diperiksa. Akhirnya pada Kamis (6/5) gejala yang dirasakan Trio semakin berat. Trio sempat mengalami shocked seperti kejang.

"Akhirnya dia shocked sakit kepala yang luar biasa, dia shocked seperti napasnya sudah berat, seperti sesak terengap-engap, termegap-megap, matanya itu seperti orang kejang," ujarnya.

Kemudian keluarga membawa Trio ke RS swasta di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, dekat rumahnya agar mendapat penanganan tercepat. Namun sesampainya di sana, pihak rumah sakit menganjurkan agar korban dibawa ke rumah sakit yang lebih besar usai diceritakan penyebabnya adalah vaksin.

"Akhirnya dibawa ke RS bersalin Asta Nugraha karena biar dilakukan penindakan UGD. Nah sempat terjadi penolakan yang saya dengar dari pihak Asta Nugraha karena ditanya ini apa? sakit apa ? Bahwa ini habis suntik vaksin. Dianjurkan oleh mereka, bukan ditolak diperiksa kepada rumah sakit yang lebih besar," ujarnya.

Namun akhirnya ada dokter yang memeriksa korban dan dinyatakan meninggal dunia. "Pada akhirnya ada dokter yang memeriksa dia dan menyatakan si Rio ini sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Viki menyebut jenazah Trio sudah dimakamkan pada Kamis (6/5) sore usai buka puasa di dekat rumahnya. Sejumlah kerabat kantor tempat adiknya bekerja mendatangi rumah duka.

Viki menyebut hingga saat ini belum ada pihak Dinkes DKI Jakarta ataupun Kemenkes yang mendatangi rumahnya untuk menyampaikan terkait kejadian tersebut. Meski begitu, dia sempat mendengar ada pihak lain telah menghubungi adiknya terkait vaksin tersebut.

"Kita ingin minta kejelasan dari pihak-pihak terkait. Sampai sekarang saya sendiri belum dapat kelanjutan dari masalah ini seperti apa kejelasannya. Bahkan kalau dokter yang menyuntik pun saya nggak tahu," ungkapnya.

Viki mengatakan, ketika adiknya mengalami gejala demam, pihak keluarga tidak menghubungi nomor telepon yang disarankan karena tidak menemukan dokumen terkait vaksinasi pada saat hari kejadian, tetapi hanya menemukan adanya bukti SMS sertifikat vaksinasi COVID-19.

Sertifikat Vaksinasi COVID-19Sertifikat Vaksinasi COVID-19 (Foto: Dok. Istimewa)

Pihaknya sempat mendengar ada rekan kantor adiknya yang usai vaksin mengalami gejala demam. Namun tidak terlalu parah seperti adiknya.

"Berdasarkan cerita orang tua saya, ada temannya yang berbarengan dengan dia langsung vaksin waktu itu mengalami hal yang sama, cuma mungkin kondisi fisiknya lebih kuat atau gimana katanya nggak enak badan gejala-gejalanya. Pembedanya si Trio ini sakit kepala yang luar biasa," ungkapnya.

Kemenkes: KIPI Sedang Audit Kematian Pemuda yang Meninggal Usai Divaksin

Juru bicara vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kejadian ini sedang dikaji oleh pihak terkait, yaitu Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Sedang dikaji Komnas KIPI dan Komda KIPI," kata Nadia saat dihubungi, Senin (10/5/2021).

Nadia mengatakan Komnas KIPI akan melakukan audit kematian. Investigasi dilakukan kepada berbagai pihak. Jenazah pria itu sudah dimakamkan keluarganya.

"Dari semua pihak," tambahnya.

Simak video 'Komnas KIPI Selidiki Penyebab Kematian Pria Jakarta Usai Divaksin AstraZeneca':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2