Arab Saudi Akan Gelar Ibadah Haji 2021, Komisi VIII Minta Kemenag Proaktif

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 12:22 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily
Foto: Waka Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi menetapkan untuk mengadakan ibadah haji tahun ini di tengah dunia masih dilanda pandemi COVID-19. Komisi VIII DPR RI menyambut gembira keputusan Saudi menyelenggarakan ibadah haji tahun 2021.

"Dengan adanya pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi tentang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 ini, tentu merupakan kabar gembira untuk umat muslim di dunia, termasuk bagi Indonesia. Berarti Pemerintah Arab Saudi telah mempersiapkan penyelenggaraan secara teknis Ibadah Haji," kata Wakil Ketua Komisi VIII, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Komisi VIII berharap pengumunan diselenggarakannya ibadah haji oleh Saudi juga disusul rincian jumlah kuota. Komisi VIII, berharap, Indonesia mendapat kuota jemaah haji tersebar dari Saudi.

"Tentu pengumuman ini kita harapkan disertai dengan pengumuman berapa kuota yang diberikan kepada masing-masing negara termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan umat Islam terbesar di Indonesia, tentu seharusnya diberikan kuota terbesar," ujar Ace.

Lebih lanjut, Ace meminta Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat menyambut pengumunan baik dari Saudi ini. Pembicaraan kedua negara menurut Ace harus mulai dilakukan utamanya soal protokol kesehatan.

"Saya kira Kementerian Agama harus segera menanggapi pengumuman ini dengan melakukan langkah-langkah pro aktif untuk mempersiapkan keberangkatan calon jemaah haji dari Indonesia. Yang harus menjadi prioritas tentu protokol kesehatan dan mengutamakan perlindungan kesehatan jamaah haji. Karena kita tahu bahwa saat ini pandemi COVID-19 masih terjadi," ucap Ace.

"Selain itu, pemerintah Indonesia juga harus terus melakukan pembicaraan dengan pihak Arab Saudi soal kuota haji, penyelenggaraan teknis haji terutama soal kesehatan para calon jemaah haji, dan aspek lainnya agar penyelenggaraan haji ini dapat berjalan dengan baik di tengah masih adanya pandemi COVID-19," sambunngnya.

Komisi VIII, kata Ace, telah berbicara banyak dengan Kemenag soal ibadah haji terkait biaya dan kuota jemaah. Ace menegaskan, pengumuman Saudi, jadi kepastian soal ibadah haji.

"Kami Komisi VIII DPR RI telah membahas bersama Kementerian Agama RI soal biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, berapapun kuota yang diberikan kepada Indonesia. Yang jelas, pengumuman pemerintah Arab Saudi ini telah memberikan kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," imbuhnya.

Arab Saudi sebelumnya menyatakan bakal menggelar ibadah haji tahun 2021. Saudi menyebut para jemaah haji bisa mengunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melakukan ibadah dengan sejumlah aturan ketat di tengah pandemi COVID-19.

Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA) dan Reuters, Senin (10/5), Kementerian Haji dan Umrah Saudi telah mengumumkan niat Kerajaan Arab Saudi untuk mengadakan ibadah haji untuk tahun 1442 H tersebut dengan tata cara yang tetap menjamin kesehatan dan keselamatan jemaah.

(rfs/maa)