Densus 88 Antiteror Tangkap Kontributor Trans TV Poso
Jumat, 10 Mar 2006 15:38 WIB
Palu - Inilah risiko tinggal di daerah konflik. Setiap saat bisa berurusan dengan aparat keamanan. Termasuk kemungkinan terjadi salah tangkap.Peristiwa salah tangkap ini dialami wartawan yang tinggal di Poso. Seorang kontributor Trans TV Poso Abdullah Muhammad pada Kamis 9 Maret dinihari sekitar pukul 03.30 Wita didatangi pasukan Densus Antiteror dan Direskrim Polda Sulteng.Informasi yang dikumpulkan detikcom, Jumat (10/3/2006). Saat Abdullah Muhammad dan istrinya tertidur lelap di rumahnya, Jalan Pulau Irian, Poso Kota, tiba-tiba rumahnya digedor-gedor dengan keras dan meminta cepat dibuka.Abdullah Muhammad segera membuka pintu. Dan betapa kagetnya, yang datang rombongan pria bersenjata lengkap. Bahkan Abdullah dan istri langsung mendapat todongan senjata, sebagian lagi menggeledah rumahnya. Karena sangat ketakutan, Abdullah tidak sempat memperlihatkan identitasnya sebagai wartawan.Dia dicurigai terkait dengan perampokan sopir truk angkutan barang di Tomini pada 7 Maret. Setelah dilakukan penggeledahan, Abdullah langsung dibawa oleh Densus 88.Baru setelah dibawa ke mobil, Abdullah mengaku sebagai wartawan Trans TV Poso. Ia kemudian menyebutkan kartu identitas wartawan disimpan di rumah. Tampaknya, polisi mulai percaya dan meminta dia untuk mengambil ID card di rumah.Setelah tanda pengenal diberikan dan memberikan penjelasan secukupnya, Abdullah kemudian dibebaskan. Hanya saja di akhir cerita, petugas berpesan: "Jangan bilang-bilang kalau petugas salah tangkap ya." Walah...!!!
(jon/)











































