RI Kutuk Ledakan Dekat Sekolah di Afghanistan yang Tewaskan 50 Orang

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 10:15 WIB
EDITORS NOTE: Graphic content / Onlookers stand next to a pile of backpacks and books of victims following multiple blasts outside a girls school in Dasht-e-Barchi on the outskirts of Kabul on May 9, 2021, as the death toll has risen to 50, the interior ministry said. (Photo by WAKIL KOHSAR / AFP)
Ledakan di luar sekolah khusus perempuan di Afghanistan (Foto: AFP/WAKIL KOHSAR)
Jakarta -

Ledakan terjadi di luar sekolah khusus perempuan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul. Indonesia pun mengutuk keras serangan brutal yang menewaskan hingga 50 orang di mana di antaranya merupakan pelajar Sekolah Sayed Ul-Shuhada.

"Indonesia mengutuk serangan brutal yang menyasar Sekolah Sayed Ul-Shuhada, Afghanistan yang telah menyebabkan puluhan korban jiwa dan ratusan luka-luka termasuk murid perempuan yang tidak berdosa," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui akun Twitter-nya, seperti dilihat detikcom, Senin (20/5/2021).

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan duka citanya. Selain itu juga simpati yang mendalam untuk keluarga korban dan rakyat Afghanistan.

"Duka cita dan simpati yang mendalam terhadap keluarga korban dan seluruh rakyat Afghanistan," lanjutnya.

Kemlu mengungkapkan, Indonesia akan terus mendukung upaya memerangi terorisme di Afghanistan. Indonesia, lanjutnya, juga terus mendukung upaya mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

"Indonesia akan terus mendukung upaya memerangi terorisme dan mewujudkan perdamaian yang lestari di Afghanistan.
#IniDiplomasi," tutur Kemlu.

Sebelumnya diberitakan, Ledakan terjadi di luar sekolah khusus perempuan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul. Akibat ledakan ini, 50 orang tewas, termasuk siswa Sekolah Sayed Ul-Shuhada.

Ledakan bom yang mengguncang distrik Kabul Barat Dasht-e-Barchi itu terjadi pada Sabtu (8/5). Ledakan terjadi ketika penduduk berbelanja menjelang Idul Fitri minggu depan.

Ledakan ini terjadi ketika militer Amerika Serikat (AS) sedang berusaha menarik 2.500 pasukan terakhirnya dari Afghanistan. Namun upaya perdamaian gagal antara Taliban dan pemerintah Afghanistan untuk mengakhiri perang selama beberapa dekade.

Belum ada organisasi yang segera mengambil tanggung jawab atas serangan itu. Sementara itu, Taliban membantah terlibat dalam ledakan ini.

Tetapi Presiden Ashraf Ghani menyalahkan kelompok itu atas ledakan yang terjadi di dekat gerbang masuk sekolah perempuan Sayed Al-Shuhada itu.

Simak Video: Korban Tewas Bom Dekat Sekolah Afghanistan Jadi 50 Orang

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)