PDIP: Bupati Nganjuk yang Kena OTT KPK Bukan Pengurus Partai

Matius Alfons - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 10:15 WIB
Plt Ketua PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat (Datuk Haris Molana-detikcom)
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat (Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta -

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, yang diringkus KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) kemarin malam, sempat dikaitkan sebagai kader PDIP. Namun PDIP menyebut Novi bukanlah kader pengurus partai.

"Yang saya tahu, yang bersangkutan bukan kader pengurus partai," kata Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, saat dihubungi, Senin (10/5/2021).

Djarot mengatakan Novi bukanlah kader pengurus PDIP. Dia menyebut justru Wakil Bupati Novi, Marhaen Djumadi, yang merupakan kader pengurus partai.

"Wakil bupatinya kader pengurus partai, salah satu wakil ketua DPD Jatim," ucap Djarot.

Djarot pun memastikan PDIP mendukung penegakan hukum terhadap Novi. Dia mengapresiasi KPK dan Bareskrim Polri yang telah melakukan OTT terhadap Novi.

"Tetapi siapa pun yang bersangkutan, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK dan Bareskrim harus didukung dan diberikan apresiasi," ujarnya.

Seperti diketahui, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahmad Hidayat. Novi diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan di wilayahnya. Novi disebut menetapkan tarif bagi jajarannya untuk mendapatkan jabatan.

Novi sendiri merupakan Bupati Nganjuk dengan masa bakti 2018-2023. Pada Pilkada Nganjuk, Novi berpasangan dengan Marhaen Djumadi, yang diusung PKB, PDIP, dan Hanura. Novi-Marhaen akhirnya memenangi kontestasi dengan meraup 303.192 suara atau 54,5 persen.

Sempat dikabarkan, Novi Rahman Hidayat juga menjabat Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2021-2026. Namun hal tersebut sudah dibantah oleh PKB.

Lihat Video: Penampakan 3 Ruangan Pemkab Nganjuk Disegel KPK

[Gambas:Video 20detik]



(maa/imk)