ITDP: Opsi Hapus Jalur Sepeda Permanen Salah Kaprah!

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 06:19 WIB
Komunitas sepeda road bike meminta dispensasi waktu tertentu untuk jenis road bike dapat menggunakan jalur kendaraan bermotor di Jalan Sudirman-Thamrin.
Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Polisi tengah melakukan pengkajian dan membuka peluang meniadakan kembali jalur sepeda permanen di Jakarta karena marak terjadi pelanggaran. Direktur Asia Tenggara Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Faela Sufa, menilai opsi tersebut salah kaprah.

"Bukan opsi yang baik, malah salah kalau menurut saya sih, itu opsi yang salah kaprah," ujar Faela saat dihubungi, Minggu (9/5/2021).

Faela mengatakan pihak kepolisian seharusnya mengatur agar tidak terjadi pelanggaran. Menurutnya yang diperlukan adalah pengaturan bukan penghapusan jalan sepeda permanen.

"Harusnya tugasnya bagaimana kita bisa mengatur sebagaimana mungkin agar semuanya teratur nggak terjadi pelanggaran," kata Faela.

"Kalau sekarang wacananya adalah kepolisian itu mau menghapus jalan sepeda permanen karena terjadi banyak pelanggaran, kan yang itu kan tugasnya polisi, harusnya untuk menetapkan pelanggaran. Contohnya banyak pelanggar rambu lalu lintas, terus ya udah rambunya kita tiadain aja harusnya kan engga, rambunya dibuat untuk mengatur agar lancar semua," sambungnya.

Terlebih menurutnya, sepeda merupakan salah satu hal yang suistainable dan efisien. Sehingga Faela menyebut hal ini perlu diprioritaskan.

"Yang paling suistainable dan efisien itulah yang sebenarnya di prioritaskan, contohnya nih kendaraan umum dia kan daya angkutnya lebih banyak, sepeda, pejalan kaki itu kan lebih suistainable," tuturnya.

Diketahui, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyebut pihaknya membuka peluang meniadakan kembali jalur sepeda permanen di Jakarta. Hal itu bisa diambil jika keberadaan jalur itu dinilai tidak efektif.

Menurut Fahri, pelanggaran di sekitar jalur sepeda terjadi saat volume lalu lintas tinggi di sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Namum, di rentang jam tersebut, intensitas pesepeda melintas justru dinilai telah menurun.

"Memang kita perlu lakukan kajian perlu nggak lagi nanti lajur sepeda permanen. Jadi jalur sepeda permanen walaupun sudah diputuskan bisa dioperasionalkan setelah dari FGD kemarin, kita harus lakukan kajian-kajian lagi," kata Fahri saat dihubungi Sabtu (8/5/2021).

Fahri mengaku pihaknya akan kembali melihat efektivitas jalur sepeda dalam kenyamanan berkendara. Namun dia mengatakan evaluasi tersebut tidak akan berlangsung dalam waktu dekat.

Simak juga video 'Pemprov DKI: Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin Tak Gunakan APBD':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/imk)