PAN: Kekerasan Israel di Al-Aqsa Menentang Resolusi PBB

Gibran Maulana Ibrahim, Isal Mawardi - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 05:28 WIB
Bentrokan antara polisi Israel dengan warga Palestina terjadi di area Masjid Al-Aqsa. Ratusan orang terluka akibat bentrokan yang terjadi usai buka puasa itu.
Aksi kekerasan di Palestina (Foto: Getty Images/Amir Levy)
Jakarta -

Polisi Israel melakukan aksi kekerasan terhadap muslim Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. PAN mengutuk keras aksi tindakan otoritas Israel.

"Saya mengutuk keras pengusiran dan kekerasan yang dilakukan tentara Israel kepada warga sipil di Masjidil Aqsa dan Sheikh Jarrah. Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan," ujar Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam keterangannya, Minggu (10/5/2021).

Zulkifli mengatakan Indonesia akan terus menentang Israel yang menjajah warga Palestina. Sesuai amanat UUD, lanjut Zulkifli Hasan, penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

"Mari kita doakan Saudara-saudara kita di Palestina, semoga Allah memberikan pertolongan kepada mereka dan umat Muslim di seluruh dunia. Kita sisipkan semua doa dalam doa qunut kita di saat qiyamul lail," jelas Zulkifli.

Sementara itu, Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay menyebut tindakan polisi Israel brutal. Aksi keji otoritas Israel tersebut, lanjut Saleh, bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM).

"Dari video yang beredar, jelas sekali terlihat bagaimana aksi brutal polisi Israil di mesjid Al-Aqsha. Ini adalah tindakan yang bertentangan dengan HAM. PBB dan seluruh negara yang bernaung di bawahnya harus mengambil tindakan tegas kepada Israil. Bukankah salah satu fungsi PBB adalah menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia," kata Saleh.

Saleh menyayangkan belum adanya sanksi tegas dari PBB ke Israel. Jika tidak ada sanksi, duga Saleh, Israel akan semena-mena ke warga Palestina.

"Kita betul-betul berduka. Kasihan kepada warga Palestina. Mereka tidak bisa melakukan banyak hal. Perlawanan mereka sangat tidak berarti. Senjata otomatis hanya dibalas dengan lemparan batu. Ini betul-betul tidak adil," terang Saleh.

"Saya menonton salah satu video dimana ada seorang ibu yang meminta agar dunia membuka mata atas kekerasan yang dialami warga Palestina. Dia menanyakan dimana peran negara-negara besar. Dimana peran para tokoh dunia, ulama, cendikiawan, pemimpin-pemimpin negara besar. Semua seakan diam dan tak bersuara," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina yang ada di Masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa.

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan.

Simak video 'Kecaman Indonesia Atas Aksi Kekerasan Israel ke Warga Palestina;':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/gbr)