Polisi Ungkap Motif Pria Ajak Ramai-ramai Terobos Penyekatan Mudik

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 04:18 WIB
poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Banda Aceh -

Polisi menangkap seorang pria berinisial W di Banda Aceh usai videonya viral mengajak masyarakat menerobos penyekatan mudik. Motif pelaku yakni untuk menentang kebijakan pemerintah.

"Menentang kebijakan Pemerintah atau rasa tidak suka/benci dengan pemerintah," ujar Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

W diamankan pada Minggu (9/5) pukul 16.00 WIB. Penangkapan W berdasarkan laporan polisi LP.A/53/V/2021/SPKT.DITRESKRIMSUS/POLDA ACEH, tanggal 09 Mei 2021.

Agus menjelaskan awalnya konten video W terjaring Virtual Police. Polisi kemudian meminta pendapat para ahli untuk menganalisis narasi yang diucapkan W.

"Analisis yuridisnya ada, dari pendapat tiga ahli: bahasa, pidana dan sosiolog," kata Agus.

Sementara itu Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menjelaskan usai video viral itu terpantau Virtual Police, pihaknya langsung merekomendasikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh untuk menyelidiki. Kalimat-kalimat yang dilontarkan W dalam video diduga berbau ujaran kebencian dan SARA.

"Kasus ini salah satu contoh konten yang terpantau Virtual Police karena diduga bersifat ujaran kebencian dan SARA yang dapat berdampak masif," jelas Slamet.

Dalam video yang viral, W tampak duduk di dalam mobil sembari memangku anak kecil. Terlihat juga seorang anak kecil lain di kursi belakang.

"Kepada saudara-saudaraku semua yang sedang mudik di mana pun antum berada, terus mudik. Harus bersama-sama, ramaikan di tempat penyekatan-penyekatan," ujar pria tersebut dari video beredar seperti dilihat pada Minggu (9/5).

"Lawan, terobos mereka, pulang, jumpai orang tua, jumpai ibumu, jumpai ayahmu, jumpai anakmu, jumpai sanak saudaramu. Minta keampunan dari Allah SWT, minta kerelaan, minta keridhoan kedua orang tua. Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis. Mereka bekerja untuk komunis," tambahnya.

Tonton video 'Penjelasan Polisi soal Loloskan Pemudik di Penyekatan Bekasi-Karawang':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)