Kontrovesi yang Dilakukan Nabi dan Sahabat (17)

Nabi Sebagai Pegulat Profesional

Prof. Nasaruddin Umar - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 05:59 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Mungkin tak terbayangkan Nabi Muhammad Saw sebagai pembawa agama Islam dan sebagai Nabi dan Rasul terakhir mempunyai kekhususan sebagai pegulat, sebuah olah raga paling digemari bangsa Arab pada saat Nabi hidup. Profesi Nabi sebagai pegulat profesional berawal ketika ia masih berada di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah.

Nabi memiliki tubuh dan perawakan yang sedang, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Ia tidak gemuk tetapi tidak kurus. Ia tidak terlalu tinggi tetapi tidak temasuk kategori pendek. Yang pasti ia tampan, memiliki rambut hitam, ikal, dan sedikit panjang tetapi terawat. Ia suka bercermin, merapikan jenggot, dan tentu saja berolah raga. Ia menganjurkan sahabat dan segenap umatnya jika pergi ke masjid lain jalur yang digunakan pergi dan pulang dengan jalur yang lain. Itu artinya berjalan memutar sambil menikmati indahnya alam di sore dan di pagi hari.

Ketika Nabi Muhammad di Mekah, ada seorang pegulat tangguh bernama Rukanah bin Abdu Yazid yang tak terkalahkan oleh pegulat manapun. Dilukiskan dalam hadis badannya besar tinggi dan berotot. Melihatnya saja nyali para penantang bertambah ciut. Ia memiliki banyak reputasi menghamparkan lawan-lawannya di atas kanvas. Tak seorangpun yang berani menantangnya sehingga ia menjadi juara bertahan dalam gulat professional. Rukanah pun mengumbar kesombongan ke mana-mana sebagai juara bertahan tak terkalahkan.

Suatu ketika salah seorang sahabat menyaksikan kehebatan Nabi di dalam memelihara kesehatan fisik, seolah tiada hari tanpa olahraga. Tubuh Nabi tidak sebesar Rukanah namun kekuatan otot Nabi selalu terpelihara. Tidak ada yang menyangka ketika ia menyanggupi ajakan salah seorang sahabatnya untuk menantang Rukanah. Nabi dengan penuh kesadaran menyanggupi untuk menjadi penantang Rukanah. Panitia pertandingan gulat membuat kanvas untuk menggelar pertandingan seru antara Nabi Muhammad dan Rukanah bin Abdu Yazid. Manusia berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan pertandingan seru ini.

Akhirnya tiba saat yang mendebarkan. Yuri gulat professional sudah mengambil ancang-ancang untuk memulai pertandingan. Nabi Muhammad dan Rukanah menaiki ring/kanvas. Ketika permainan seru ini mau dimulai, terdapat sejumlah orang yang cemas karena kepada Nabi, karena postur tubuh antara keduanya tidak seimbang. Rukanah berbadan besar-tinggi, sementara Nabi lebih kecil. Ketika pertandingan dimulai, tepuk tanganpun bersorak-sorak memberi dukungan kepada pujaannya masing-masing, sebagaimana layaknya sebuah pertandingan.

Pada ronde pertama dan kedua, kedua belah pihak belum memperlihatkan agressifitasnya. Namun pada ronde ketiga, Nabi kelihatan lebih agresif dan ketika Rukanah dalam keadaan sedikit lengah, Nabi langsung merangkul dan mengunci badan Rukanah. Setelah itu Nabi langsung membanting Rukanah di kanvas dan terus dikunci sehingga Rukanah tidak bisa bergerak sedikitpun. Akhirnya yuri memutuskan dan memberikan kemenangan mutlak kepada Nabi, sementara Rukanah mengaku kalau dan tidak sanggup lagi melanjutkan pertandingan. Rukanah dicemoh oleh para penggemarnya dan tidak pernah lagi berulah dan berlaku sombong.



Kisah nyata ini menunjukkan bahwa meskipun seorang Nabi dan Rasul tetapi tetap memelihara kebugaran tubuhnya, memelihara makan dan minumnya, merawat selalu kesehatannya, serta memelihara jam tidurnya. Dalam riwayat disebutkan Nabi Muhammad adalah paling sedikit mengalami atau diserang penyakit. Akhir hayatnya baru dikenal sakit demam dan itulah yang membawanya pergi untuk selama-lamanya. Allahu a'lam.

Prof. Nasaruddin Umar

Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta


Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)

(erd/erd)