419 Konten Medsos Ditegur Terkait Hate Speech dalam 100 Hari Kapolri

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 17:15 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala BNN Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose menunjukkan barang bukti sabu di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Kepolisian berhasil mengamankan 2,5 Ton Sabu senilai Rp 1,5 T jaringan internasional.
Foto: Kapori Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Agung Pambudhy/detikcom)

Menurut Hermawan Sigit memang tak bisa langsung memuaskan banyak pihak di 100 kerjanya. Ada tiga ruang, lanjut Hermawan, yang harus dijaga Sigit.

"100 hari kan tak bisa langsung berikan apa maunya LSM. Polisi kan juga harus menjaga keseimbangan antara ruang publik, ruang private dan ruang negara," terangnya.

Hermawan kemudian membandingkan kinerja Polri dengan polisi India dalam menghadapi situasi pandemi Corona (COVID-19). Hermawan memandang lonjakan kasus positif COVID-19 di India diakibatkan ketidaktegasan aparat penegak hukum.

"Suruh coba ke India, lihat kalau polisi itu tak bertindak tegas," ucap Hermawan.

Hermawan menyoroti kritik yang menyebut polisi represif dalam hal pembubaran kerumunan. Dia memandang kritik tersebut tak tepat lantaran tujuan pembubaran kerumunan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari ancaman COVID-19.

"Lalu apa ukuran represif itu, apakah orang lewat kemudian ditembakin. Pembubaran kerumunan ini kan jauh dari represif, karena tujuan menyelamatkan orang yang dibubarkan itu (agar) tidak tewas karena COVID," jelas Hermawan.

Halaman

(aud/aud)