Data Sebut 95% Kecelakaan Terjadi Meski Jalanan Mulus, Kok Bisa?

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 13:26 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan pada periode Januari-Oktober 2020, kecelakaan lalu lintas mencapai 83.715 kejadian, dengan korban meninggal sebanyak 19.320 jiwa. Kecelakaan tersebut juga menyebabkan hampir 9 ribu luka berat dan lebih dari 95 ribu luka ringan, serta kerugian materiil sekitar Rp 163,3 miliar

"Sebagai perbandingan, data tahun 2019 mencatat jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 23.530 jiwa," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (8/5/2021). Hal ini dia ungkapkan usai bertemu dengan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantornya kemarin.

Bamsoet memaparkan sebuah data di dalam buku potret lalu lintas di Indonesia Tahun 2019 terkait kecelakaan yang terjadi. Tercatat sepanjang tahun 2015-2018 lebih dari 95% kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi pada kondisi jalan yang baik.

Dari data tersebut juga ditemukan kecelakaan yang terjadi dari segi lokasi sebanyak 25,20% terjadi di jalan nasional, 25,69 persen di jalan provinsi, dan 40,54% di jalan kabupaten/kota, serta 8,57% di jalan desa.

"Ini menandakan bahwa faktor jalan raya yang buruk bukanlah pemicu tertinggi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Karena di jalan yang baik saja, ternyata angka kecelakaan lalu lintasnya sangat tinggi. Penyebab terbesar justru karena ketidakhati-hatian pengemudi dalam mengemudikan kendaraannya. Serta ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan berlalu lintas," terang Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan berdasarkan data World Health Organization (Organisasi Kesehatan Dunia), setiap tahunnya tidak kurang dari 1,3 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Lebih dari setengahnya adalah pengendara sepeda motor.

United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada 10 Mei 2010 juga telah mengeluarkan resolusi A/RES/64/255 yang menyatakan periode 2011-2020 sebagai The Decade of Action for Road Safety (Dekade Aksi Keselamatan Jalan).

"Sustainable Development Goals 2030 (SDGs 2030) juga menegaskan bahwa keselamatan jalan adalah prasyarat untuk memastikan kehidupan yang sehat, meningkatkan kesejahteraan, dan membuat kota menjadi lebih inklusif," jelas Bamsoet.

Oleh karena itu, dia bersama Kemenhub sepakat menyempurnakan dan mensosialisasikan buku panduan keselamatan dalam berkendara, khususnya sepeda motor berkelompok. Nantinya, buku tersebut akan disebarluaskan kepada para anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan juga masyarakat.

Bamsoet mengatakan penyebarluasan buku tersebut sebagai edukasi terhadap pengguna jalan raya untuk senantiasa mengedepankan safety riding dan safety driving. Sehingga bisa menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan bersama Kemenhub akan terus bergotong royong menggugah kesadaran para pengguna jalan raya untuk lebih disiplin menaati peraturan berlalu lintas dan prosedur berkendara.

"Keselamatan setiap orang sangat bergantung kedisiplinan pengguna jalan raya lainnya. Jika kita abai, bukan hanya diri pribadi yang menjadi korban, melainkan juga orang lain," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, pada pertemuan tersebut hadir pengurus IMI Pusat, antara lain Sekretaris Jenderal Ahmad Sahroni yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Wakil Ketua Umum Mobilitas Rifat Sungkar, Hubungan Antar Lembaga Junaidi Elvis, serta anggota Bidang Komunikasi dan Media Sosial Hasby Zamri.

(akd/ega)