Cerita Jokowi Tak Pernah Tempelkan HP di Telinga Selama Pandemi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 11:25 WIB
Presiden Jokowi dan AKP Syarif Muhammad
Presiden Jokowi dan AKP Syarif Muhammad (Foto: dok. Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Asisten ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi), AKP Syarif Muhammad Fitriansyah, membagikan kebiasaan Jokowi selama pandemi COVID-19. Jokowi disebut tidak pernah menempelkan ponsel di telinga. Apa alasannya?

Cerita itu dibagikan AKP Syarif lewat akun Instagram-nya seperti dilihat, Sabtu (8/5/2021). AKP Syarif mengunggah foto saat dirinya memegang ponsel di dekat Jokowi yang tampak sedang menelepon.

Momen itu terjadi kala Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Jokowi saat itu menerima keluhan dari nelayan dan langsung menelepon Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono.

"Saat bertemu nelayan di Lamongan, Presiden @jokowi menanyakan masalah apa yang dihadapi. Salah seorang nelayan menyampaikan masalah yang terkait dengan Kementerian PUPR. Tanpa ragu, Presiden langsung meminta saya untuk menelepon Menteri PUPR. 'Dua bulan lagi akan dikerjakan ya', ucap Presiden kepada nelayan usai menelepon Menteri PUPR," ujar AKP Syarif. Ejaan cuitan AKP Syarif ini telah disesuaikan.

"Oh ya, di masa pandemi ini, Presiden tidak pernah menempelkan HP di telinga karena sesuai dengan protokol kesehatan," imbuh AKP Syarif.

Jokowi sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (6/5). Salah satu lokasi yang dia datangi adalah Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong di Lamongan, Jawa Timur.

"Pagi hari ini saya dengan Pak Menteri juga ada Ibu Gubernur, Pak Bupati Lamongan datang ke TPI Brondong Kabupaten Lamongan. Intinya, saya ingin melihat secara langsung keadaan dan situasi nelayan selama pandemi," kata Jokowi dalam video yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengaku ingin melihat keadaan nelayan di masa pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir ini. Menurutnya, nelayan di Brondong masih dalam keadaan normal.

"Tadi disampaikan oleh beliau Pak Agus bahwa kondisi nelayan di sini tidak ada masalah. Dan bisa melaut seperti biasanya, normal. Hasilnya juga normal," ucapnya.

Meski begitu, Jokowi mendapatkan beberapa keluhan dari nelayan setempat. Mereka mengeluh terjadinya pendangkalan di pelabuhan yang menjadi halangan buat mereka.

"Tadi ada keluhan mengenai pendangkalan di pelabuhan, di dua lokasi yang dimintakan untuk dikeruk dan saya sudah sampaikan. Nanti 2-3 bulan segera dilakukan pengerukan, termasuk lampu haluan untuk minta ditinggikan. Diperbaiki juga. Sudah saya sanggupi," tuturnya.

Simak juga 'Heboh! Pidato Jokowi Promosi Bipang Ambawang Khas Kalbar':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/idh)