Anggota DPR Apresiasi Menkes Terbuka soal Varian Corona Baru Masuk RI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 20:42 WIB
Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay (Rahel/detikcom)
Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay (Dok. detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi sikap Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam mengumumkan pendeteksian varian Corona baru di Indonesia. Saleh menilai keterbukaan perihal varian COVID-19 baru sudah masuk ke RI penting.

"Saya tentu mengapresiasi apa yang yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan, terutama dalam mengumumkan adanya varian baru yang sudah masuk ke Indonesia. Varian baru itu kan dijelaskan, ini sudah ada di Jakarta, sudah ada di kota mana," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (7/7/2021).

Saleh menilai keterbukaan informasi perihal penanganan Corona besar maknanya. Menurutnya, dengan keterbukaan informasi, masyarakat bisa menjadi lebih waspada.

"Ini besar maknanya, terutama untuk mengingatkan masyarakat ada tantangan baru dalam menghadapi COVID-19 ini. Dalam konteks ini, Menteri Kesehatan saya lihat sangat terbuka, tidak ada upaya menutupi bahwa adanya varian-varian baru yang sudah masuk ke Indonesia ini," sebutnya.

Saleh berharap masyarakat bisa lebih berpartisipasi dalam mencegah penyebaran varian Corona baru. Caranya, dengan lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Dengan adanya keterbukaan seperti itu seluruh elemen masyarakat diharapkan siap bahu-membahu untuk mengantisipasi agar penyebaran varian baru itu tidak meledak di Indonesia, dan semua orang diharapkan berpartisipasi, terutama dalam rangka menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan oleh WHO dan juga pemerintah kita sejak awal itu," papar Saleh.

Untuk pemerintah, Ketua DPP PAN ini mendesak agar pengawasan di pintu-pintu masuk Indonesia, seperti bandara dan pelabuhan, ditingkatkan. Saleh meminta agar warga negara asing yang berasal dari episentrum varian Corona baru dikarantina selama 14 hari.

"Kalaupun misalnya sudah ada surat pernyataan bahwa yang bersangkutan dinyatakan negatif, tetap saja prosedur kita tetap harus dijalankan dan setiap orang yang masuk di Indonesia, terutama dari episentrum yang ada varian baru, seperti India, itu harus tetap karantina minimal 14 hari," terang Saleh.

"Sebab, bisa jadi pada saat dia masuk hari pertama dia belum ada gejala. Saat masa inkubasi kan bisa jadi ada. Maka karantina menjadi penting," imbuhnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak video 'Perubahan Varian Virus Corona yang Ada di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2