Masih Banyak Busung Lapar, Anggota DPR Tolak Upahnya Naik
Jumat, 10 Mar 2006 11:36 WIB
Jakarta -
Tidak hanya masyarakat, anggota DPR Ali Muchtar Ngabalin juga ikut menolak kenaikan pendapatan DPR sebesar Rp 15 juta per bulan. Ali akan menggalang kekuatan untuk menolak rencana tersebut."Itu harus ditolak karena tidak realistis. Sampai kini masih banyak saudara kita yang kena busung lapar kenapa DPR hanya memikirkan perutnya sendiri," kata Ali di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/3/2006).Politisi asal PBB ini meminta agar anggota DPR mengirit pengeluaran. "Ya kalau memang seperti ini, ngirit saja. Nggak usah naik tunjangannya. Suruh mereka irit kita sudah banyak dapatnya dibanding rakyat yang semakin sulit," urainya.Menurut Ali, dirinya akan mendorong anggota parlemen lainnya untuk menolak kenaikan pendapatan tersebut. "Saya harus menyampaikan ini tidak layak karena kalau diterima akan menghancurkan citra DPR. Saya akan mempelopori itu, mendorong anggota parlemen untuk menolak karena terlalu naif," jelas Ali."Kita juga akan mengecek anggota fraksi yang menjadi ketua di BURT kenapa ini diam-diam," lanjutnya.Berdasarkan anggaran 2006, pendapatan para anggota DPR bakal naik lagi. Di tingkat pimpinan, pendapatan akan naik antara Rp 14 juta hingga 16 juta. Sedangkan untuk anggota pendapatan naik Rp 15 juta.Realisasi kenaikan pendapatan ini masih akan menunggu keputusan dari Menteri Keuangan.
(aan/)










































