Terima Mesin Cetak Braille, Risma Janji Bantu Disabilitas Belajar Mandiri

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 14:45 WIB
Mensos Tri Rismaharini saat menerima bantuan mesin cetak braille (Rakha-detikcom)
Foto: Mensos Tri Rismaharini saat menerima bantuan mesin cetak braille (Rakha-detikcom)
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) menerima bantuan mesin cetak braille. Mensos Tri Rismaharini berjanji memanfaatkan mesin tersebut membantu anak-anak yang menyandang disabilitas untuk bisa belajar secara mandiri.

"Terus terang kami senang sekali. Jangan kemudian mereka tergantung terus kepada orang lain terutama untuk masa depan mereka. Kita berharap mereka bisa mandiri kemudian melanjutkan kehidupannya," Ujar Risma di Kantor Kemensos, Jakpus, Jumat (7/5/2021).

Risma berharap bantuan mesin cetak braille tersebut dapat memudahkan anak-anak yang menyandang disabilitas dalam belajar. Dia mengatakan mesin tersebut bakal mencetak sejumlah buku agar bisa dibaca para penyandang disabilitas.

"Mereka memang bisa mendengar tapi apa namanya, tentu tidak akan selengkap kalau mereka bisa membaca secara mandiri buku-buku itu nah buku yang sekarang," kata Risma.

"Kami siapkan itu adalah bagaimana mereka belajar untuk bisa mandiri jadi, misalkan membuat kue, membuat kopi, kemudian peternakan bagaimana cara beternak kemudian bagaimana cara mereka berkebun ini yang buku literatur-literatur ini yang nanti kita akan sebarkan kepada mereka," tambahnya.

Rektor IT Telkom, Arief Sardjono, menjelaskan bantuan mesin braille dari pihaknya itu akan dilengkapi fitur voice. Dia berharap mesin tersebut bisa membantu para penyandang disabilitas dalam belajar.

"Untuk operasional ada empat kali empat tombol 15 tombol. Nah kalau sekarang dengan adanya voice maka langkah pertama ada informasi itu tombol apa dan fungsinya," katanya.

Terima Usulan Baru Penerima Bansos-Beri Bantuan ke Keluarga Prajurit Gugur

Selain menerima bantuan mesin cetak braille, Risma juga menyebut Kemensos baru saja menerima data baru untuk calon penerima bantuan sosial dari pemerintah daerah. Ada 6 juta calon penerima bansos yang telah diterima.

"Kita lagi menampung kemarin usulan baru dari daerah mulai 1-30 April usulan barunya 6.334.000 sekian calon penerima bantuan. Itu usulan baru," kata ujarnya.

Risma menjelaskan usulan data baru tersebut diusulkan karena ada data lama yang telah dinonaktifkan. Data calon penerima baru itu diperlukan untuk update jumlah penerima bansos.

"Kemarin kan ada yang kita 'tidurkan' sehingga ada yang kosong. Karena kita nidurkan sejak 2015. Jadi kemudian diisi dengan usulan baru dari daerah," ujar Risma.

Dia juga bicara soal bantuan dari Kemensos untuk keluarga Bharatu I Komang Wira Natha yang gugur saat baku tembak dengan KKB di Papua. Kemensos akan memberikan bantuan sekitar Rp 115 juta.

"Bantuannya 100 juta kemudian santunan kematian 15 juta," ujar Risma.

(haf/haf)