Pemkot Mojokerto Salurkan Zakat ke 4.034 Penerima, Total Rp 160 Juta

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 13:41 WIB
Pemkot Mojokerto
Foto: dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyerahkan zakat fitrah dan infak kepada 4.034 mustahik atau penerima secara simbolis. Ketua Panitia pengumpulan zakat fitrah Moh. Zaeni mengatakan tahun ini Kota Mojokerto telah menghimpun zakat fitrah dan infak sebesar Rp 160.801.000.

"Zakat fitrah berupa uang sebesar Rp 99.218.000 dari anggota 2.611 orang anggota Korpri di 60 unit/sub unit Korpri Kota Mojokerto, dan infak dari anggota Korpri sebesar Rp 61.583.000," ungkap Zaeni dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Penyerahan zakat dan infak kepada para mustahik dilakukan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Ketua Dewan Pengurus Korpri Kota Mojokerto Harlistyati di Pendopo Kantor Walikota Mojokerto pada Kamis (6/5).

Zaeni menuturkan zakat yang terkumpul akan disalurkan kepada 4.034 orang penerima melalui Baznas Kota Mojokerto. Masing-masing dari penerima mendapatkan uang sebesar Rp 50.000 dan 2 fitrah zakat (5,2 kg beras).

Infak yang terkumpul akan dibagikan kepada 1.050 orang penerima yang terdiri dari penjaga kantor, petugas kebersihan, tenaga honorer unit/sub unit Korpri se-Kota Mojokerto berupa bingkisan sembako.

Sementara itu, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita mengatakan penyaluran zakat merupakan agenda rutin Pemkot yang bersinergi dengan Korpri dan Baznas. Agenda ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan rasa empati dan kegotongroyongan di antara seluruh umat muslim yang ada di Kota Mojokerto.

"Zakat yang merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim. Tujuan pengeluaran zakat adalah untuk mensucikan diri terkait zakat fitrah dan untuk mensucikan harta terkait zakat mal," kata Ning Ita.

"Di dalam Sebagian harta kita terdapat hak-hak orang lain, maka sangat tepat apabila Korpri Kota Mojokerto sebagai bagian keluarga besar Pemerintah Kota Mojokerto bekerja sama dengan Baznas karena memang memiliki tugas dan fungsi dalam rangka mentasyarufkan, me-manage terkait zakat, infak dan shodaqoh (ZIS) bagi seluruh masyarakat," tambahnya.

Ning Ita juga menyampaikan harapannya agar pada tahun-tahun yang akan datang jumlah penerima zakat infak dan sedekah di Kota Mojokerto semakin menurun. Penurunan penerima zakat bukan berarti semakin sedikit yang diberi dan semakin pelit, melainkan semakin meningkatnya kesejahteraan warga Kota Mojokerto.

"ZIS yang diamanahkan Korpri maupun warga Kota Mojokerto melalui Baznas bisa dialokasikan untuk men-support kegiatan yang sifatnya pemberdayaan atau peningkatan kapasitas agar ekonomi masyarakat bisa meningkat," jelasnya.

"Harapan kami ke depan uangnya masuk ke Baznas tapi pentasyarufannya akan berbeda, warga Kota Mojokerto ini tidak lagi masuk kategori yang berhak mendapatkan zakat tapi dibantu menjadi masyarakat yang ekonominya meningkat," lanjutnya.

Ia juga berharap sinergi dengan Baznas bisa terus menguat dan menjadi salah satu upaya untuk menuju warga Kota Mojokerto yang berdaya saing dan mandiri.

(prf/ega)