Polisi Cek Lokasi 'Kelas Orgasme' di Bali, Ini Hasilnya

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 19:08 WIB
Masyarakat kembali dihebohkan atas penawaran kegiatan kelas orgasme di Bali (Screenshot eventbrite.com)
Masyarakat kembali dihebohkan atas penawaran kegiatan 'kelas orgasme' di Bali. (Screenshot eventbrite.com)
Gianyar -

Pihak kepolisian mengecek lokasi yang disebut bakal dijadikan tempat pelaksanaan 'kelas orgasme' di Bali. Saat dicek, lokasi tersebut ternyata telah tutup sejak masa pandemi COVID-19 dan saat ini sedang direnovasi.

"Yang di lokasinya itu sudah tutup sejak pandemi COVID-19 ini. Kemudian di lokasi tersebut juga itu sedang renovasi juga, jadi tidak ada buka. Itu hasil pengecekan (dan) koordinasi dengan owner-nyalah," kata Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana saat dihubungi detikcom, Kamis (6/5/2021).

Bisnis 'kelas orgasme' itu kabarnya bakal dilakukan di Karma House Tattoos, yang berlokasi di Jalan Penestanan Nomor 8, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Acara itu ditawarkan melalui situs eventbrite.com dengan tagline 'Tantric Full Body Orgasm'.

Adnyana menuturkan owner dari Karma House Tattoos sempat menyampaikan bahwa lokasinya memang pernah diminta untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan 'kelas orgasme' tersebut. Namun permintaan itu sudah sekitar dua tahun yang lalu.

"Namun yang bersangkutan menolak karena tidak sesuai dengan adat maupun kebudayaan di Bali. Kemudian dari hasil juga dengan kelian adat di sana juga tidak ada (penyelenggaraan tersebut). Kemudian di lokasi tersebut hubungan dengan desa adat juga bagus," kata Adnyana.

'Kelas orgasme' ini menawarkan harga sebesar €20 dan bakal dilaksanakan pada 8 Mei 2021 dari pukul 10.00 hingga 18.00 Wita. Hingga saat ini belum diketahui identitas penyelenggara 'kelas orgasme' tersebut. Namun posting-an agenda tersebut saat ini terlihat sudah dihapus.

Di situs tersebut, disebutkan acara diselenggarakan oleh Intimacy Unleashed, di mana pengelolanya mempunyai akun Instagram @intimacyunleashed.

Untuk diketahui, isu mengenai penyelenggaraan 'kelas orgasme' ini bukan pertama kali di Bali. Sebelumnya, pada Maret lalu, warga negara asing (WNA) berkebangsaan Australia bernama Andrew Barnes juga berencana menggelar bisnis serupa.

Praktik tersebut rencananya dilaksanakan di Vila Suara Sidhi, yang berlokasi di Desa Lod Tunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Acara tersebut memasang tarif kepada peserta sebanyak USD 600 atau setara dengan sekitar Rp 8 juta. Namun akhirnya, kegiatan tersebut akan dibatalkan karena sudah menjadi sorotan publik.

"Polri bertindak cepat melakukan langkah terkait berita viral di media sosial tentang yoga yang digelar warga negara asing di Bali. Kami pastikan kegiatan tersebut batal digelar," kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, dalam keterangan pers, Sabtu (6/3).

Simak juga 'Bule yang Prank Lukis Masker di Wajah Akhirnya Dideportasi!':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)