Nostalgia Pertarungan Anies Vs AHY di Pilgub DKI 2017

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 17:36 WIB
Jakarta -

Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pertemuan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai nostalgia. Diketahui, keduanya memang pernah bersaing pada pemilihan gubernur (Pilgub) DKI tahun 2017.

Pada Pilgub DKI 2017, ada 3 pasangan calon. Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Djarot Syaiful Hidayat, dan AHY bersama Silviana Murni.

Namun, saat itu, suara yang diraup AHY-Sylviana Murni jauh tertinggal dari kompetitornya dalam Pilgub DKI 2017. Pilgub DKI pun mengalami putaran kedua antara Anies-Sandi dan Ahok-Djarot.

AHY pun mengakui kekalahannya dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).

AHY menyatakan dia menerima kekalahan ini dengan sikap kesatria dan lapang dada dan mengucapkan selamat ke pesaingnya. Ucapan selamat itu juga disampaikan lewat sambungan telepon.

Meskipun begitu, AHY tak menentukan ke mana suaranya berlabuh usai kalah. Tidak ke Anies ataupun Ahok.

"Saya dapat pertanyaan, 'Mas Agus, putaran kedua ini suara AHY-Sylvi mau ke mana?' Bahkan saya dapat laporan relawan Agus-Sylvi siap tunggu komando, itu sudah paling ngeri itu," ujar Agus dalam acara 'Thank You Gathering Tim dan Relawan Agus-Sylvi' di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2017).

AHY kemudian tidak langsung berbicara soal dukungannya di putaran kedua Pilkada DKI. AHY meminta relawan dan timnya mengingat visi-misi mereka saat masih berkompetisi dalam pertarungan menjadi DKI-1.

Selama gelaran Pilgub DKI, AHY pernah ikut hadir dalam acara 212 di Masjid Istiqlal pada Sabtu (11/2/2017), dua hari sebelum mengaku kalah.

Lantas, bagaimana hasil pilgub DKI pada putaran pertama saat AHY-Shylvi tertinggal?

Berdasarkan data yang dikutip detikcom dari laman resmi KPU, Jumat (17/2/2017) pukul 20.00 WIB, data masuk sudah 100 persen dari 13.203 TPS. Hasilnya, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 936.609 suara (17,05 persen), Ahok-Djarot 2.357.587 suara (42,91 persen), dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 2.200.636 suara (40,05 persen).

Dari total 7.218.279 (77,1 persen) pemilih yang terdaftar, 5.563.425 (22,9 persen) di antaranya menggunakan hak pilihnya. Sedangkan angka golput atau tidak memilih sebanyak 1.654.854 (22,9 persen).

(eva/gbr)