Kubu Moeldoko Klaim Strategi Panglima Unggul 4-1 dari AHY

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 13:39 WIB
Moeldoko-AHY
Moeldoko (kiri) dan AHY (Foto: dok. 20detik)
Jakarta -

Kubu Moeldoko mengaku memiliki strategi ala panglima setelah gugatan soal AD/ART Partai Demokrat (PD) ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Strategi itu diklaim menunjukkan keunggulan Panglima (Purnawirawan) Moeldoko unggul 4-1 atas Mayor (Purnawirawan) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kalau melihat hasil yang sudah berlalu, skor sementara 4-1. Kemenangan masih di tangan Pak Moeldoko dengan nilai 4 dan nilai 1 untuk AHY," kata juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, saat dihubungi, Kamis (6/5/2021).

Rahmad enggan menjelaskan strategi apa yang digunakan sehingga Moeldoko bisa unggul 4-1 atas AHY. Namun dia mengungkap keunggulan Moeldoko atas AHY.

"Nilai 4 untuk Pak Moeldoko didapat dari poin: pertama masyarakat jadi sadar bahwa Pak Moeldoko ternyata telah difitnah, dituduh dan di-bully SBY, AHY, dan kroni kroninya. Buktinya, Pak Moeldoko tidak pernah melibatkan pemerintah dan menyalahgunakan jabatannya di KSP. Pemerintah dan penegak hukum netral terkait kasus Demokrat," ucap Rahmad.

Keunggulan kedua, Rahmad menyebut masyarakat menjadi paham karakter AHY dan SBY sebagai sosok yang main pecat dan sewenang-wenang. Selanjutnya, Rahmad mengungkap keunggulan ketiga Moeldoko, yakni masyarakat tahu SBY dan AHY hendak menguasai Demokrat.

"Ketiga, masyarakat jadi sadar bahwa ternyata SBY dan AHY ingin menguasai partai menjadi properti milik keluarga. Buktinya, ada upaya SBY mendaftarkan partai Demokrat ke Dirjen Kekayaan Intelektual atas nama pribadi bukan atas nama partai. Walaupun kemudian diubah karena ketahuan," ungkapnya.

Simak juga video 'Ekspresi Moeldoko Saat Ditanya soal Partai Demokrat':

[Gambas:Video 20detik]



Simak poin keunggulan keempat di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2