Habiburokhman Vs Ngabalin soal Nawir Pencopot Masker Jemaah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 11:55 WIB
Nawir, pemuda Masjid Al-Amanah, Bekasi
Nawir (Isal/detikcom)
Jakarta -

Aksi remaja Masjid Al Amanah Bekasi, Nawir, mencopot masker anggota jemaah bernama Roni Oktavian menuai kecaman, termasuk dari tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. Kecaman Ali Ngabalin dikomentari anggota Komisi III DPR Habiburokhman.

Ngabalin dalam komentarnya meminta agar pengurus DKM Masjid Al Amanah Bekasi dipidana saja. Di Twitter, Habiburokhman kemudian mengomentari pendapat Ngabalin. Dia tak setuju jika Ngabalin main bilang pidana-pidana saja.

"Galak amat bang, kalau saran saya lebih baik diedukasi, diberi pencerahan agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sedikit-sedikit pidana," kata Habiburokhman dalam cuitannya, Kamis (6/5/2021).

Ngabalin kemudian merespons Habiburokhman. Dalam akun Twitter-nya, Ngabalin menyebut dia tidak galak, tetapi hanya ingin tegas.

"Bukan galak, Bro, tapi harus tegas dengan otak-otak sungsang dalam menyikapi kebijakan negara. Harus tegas jangan kasih ampun karena ini cikal bakal radikalisme. Prettlah...," kata Ngabalin.

Adapun kasus pencopotan masker Roni Oktavian oleh Nawir pemuda masjid sudah berakhir damai. Roni Oktavian menobatkan Nawir sebagai duta masker.

"Mas, ada dua pilihan, Mas Nawir milih saya (meneruskan kasus terkait masker) secara hukum, atau Mas Nawir akan menjadi duta masker prokes yang akan jalankan, tidak hanya masjid, tapi Indonesia?" kata Roni saat menyambangi Masjid Al Amanah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/5) petang. Roni menyerahkan 2 dus masker dan dia memasangkannya kepada Nawir sebagai simbolis.

"Duta prokes, sumpah, demi Allah," ujar Nawir.

(gbr/tor)