Rusak Hutan Lindung di Batam Jadi Perumahan, Bos-Korporasi Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 10:19 WIB
KLHK mengungkap kasus perusakan hutan lindung menjadi perumahan di Batam, Kepri (dok KLHK)
Foto: KLHK mengungkap kasus perusakan hutan lindung menjadi perumahan di Batam, Kepri (dok KLHK)
Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Bareskrim Polri mengungkap kasus perusakan hutan lindung di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk dijadikan perumahan. Bos dan korporasi yang terlibat dalam kasus tersebut ditetapkan menjadi tersangka.

"Penyidik Gakkum KLHK bersama-sama dengan Korwas PPNS Bareskrim Polri, menangkap RM alias YG (44) Direktur PT PMB di Tanjung Pinang Kepri. RM ditetapkan sebagai tersangka kasus perambahan dan perusakan hutan lindung yang dijadikan kavling perumahan," kata Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, dalam keterangannya, Kamis (6/5/2021).

Kawasan hutan lindung yang dirusak berada di Sei Hulu Lanjai dan Tanjung Kasam, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Tersangka RM ditahan di Cabang Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta.

Dia menjelaskan penetapan RM sebagai tersangka RM merupakan pengembangan dari penyidikan terhadap Zazli bin Kamel komisaris PT PMB. Zazli telah diputuskan bersalah oleh PN Batam dan dijatuhi hukuman pidana penjara 5 tahun 6 bulan dan denda Rp 1 miliar, subsider 3 bulan penjara, 19 Oktober 2020.

"Dalam pengembangan kasus ini Penyidik Gakkum KLHK tidak hanya menyidik pelaku perorangan RM sebagai direktur dan Zazli sebagai Komisaris PT PMB, akan tetapi melakukan penyidikan kejahatan korporasi yang dilakukan oleh PT PMB. Penyidik telah menetapkan PT PMB sebagai tersangka korporasi," ungkapnya.

KLHK menyatakan tak akan berhenti menindak kasus perusakan lingkungan dan kawasan hutan. Gakkum KLHK sudah membawa sekitar 1.081 kasus perusakan lingkungan ke pengadilan dalam beberapa tahun.

KLHK mengungkap kasus perusakan hutan lindung menjadi perumahan di Batam, Kepri (dok KLHK)KLHK menyatakan masih mengusut dua kasus perusakan hutan lain di Batam yang diduga dilakukan 2 korporasi lain (dok KLHK)

Terkait kasus perambahan dan perusakan lingkungan dan kawasan hutan di Batam, ada beberapa kasus lain yang sedang diproses penyidik KLHK, termasuk kasus kejahatan perusakan lingkungan dan kawasan hutan yang dilakukan oleh PT KAS dan PT AMJB.

KLHK ingin pelaku kejahatan perusakan lingkungan dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera karena kerugian yang ditimbulkan sangat besar. Rasio Sani menambahkan kasus perusakan lingkungan dan kawasan hutan, termasuk menjadi perhatian Komisi IV DPR RI.

"Kami mengapresiasi putusan Majelis Hakim PN Batam, yang telah menghukum salah satu pelakunya yaitu Saudara Zazli hukuman penjara 5 tahun 6 bulan dan denda Rp 1 miliar. Serta kami mengapresiasi para jaksa dari Kejaksaan Agung dan Kajari Batam yang terus mengawal proses persidangan kasus ini. Putusan ini harus menjadi pembelajaran bagi pelaku lainnya," tegas Rasio Sani.

Sementara itu, Direktur Penegakan Hukum Pidana Ditjen Gakkum KLHK, Yazid Nurhuda, menjelaskan penyidik Ditjen Gakkum KLHK akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lain terkait dugaan telah terjadinya penipuan konsumen yang sudah terlanjur membeli kavling tanah, dengan merujuk Undang-Undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Yazid mengatakan RM alias YG sebagai tersangka perorangan akan dikenakan sangkaan tindak pidana Pasal 98 Ayat 1 juncto Pasal 116 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, juncto Pasal 55 dan/atau Pasal 56 KUHP, dengan hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Sedangkan PT PMB sebagai tersangka korporasi akan dikenakan Pasal 98 juncto Pasal 116 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. Penyidikan untuk perkara korporasi ini masih berlangsung.

Lihat juga video 'Hutan Lindung Dapat Jadi Food Estate, Komisi IV: Harusnya Tidak Boleh':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/tor)