Kolom Ramadhan

Dengan Tawakal Menjemput Lailatul Qadar.

Aunur Rafiq - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 05:59 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfaraby/detikcom
Jakarta -

Tawakal merupakan titik permulaan dari berbagai hal yang khusus berhubungan dengan perintah atau disebut sebagai perjalanan ruhani. Menyandarkan diri dan bersikap sepenuhnya percaya kepada Allah Swt. Tawakal menjadikan sikap seorang hamba pada Tuhannya sebagai tempat bergantung demi kemaslahatannya, baik untuk urusan duniawi maupun ukhrawi.

Dasar tawakal adalah tauhid. Artinya sikap tawakal atau hanya bersandar pada Allah Swt, hanya akan terwujud jika seorang hamba telah meyakini sepenuhnya keesaan Allah Swt sebagaimana kalimat tauhid : tidak ada tuhan selain Allah Swt. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Lantas dilanjutkan dengan keyakinan atas kekuasaan-Nya, kedermawanan dan kebijaksanaan-Nya. Siapapun seorang hamba yang hatinya telah diliputi semua itu, berarti ia telah menjadi orang yang tawakal kepada Allah Swt.

Ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai tawakal :

1. Mampu menyelami atas kekuasaan-Nya, mencapai tingkat keyakinan bahwa Dia lah yang berkuasa dan semua urusan bergantung pada kehendak-Nya.

2. Telah mencapai suatu maqam ( kedudukan ) di mana seorang hamba hanya melihat Allah Swt. Pada tingkat ini semua persoalan manusia terpecahkan. Keadaan yang menjadikan tidak merasa berbeda dalam kesenangan dan kesusahan dan meyakini bahwa apa pun yang terjadi merupakan kebaikan dirinya.

Tawakal menjadikan pikiran tenang. Jika seorang hamba telah menyempurnakan imannya dan bertawakal pada Allah Swt, tidak ada rasa khawatir dan takut. Firman-Nya, " Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. " ( QS. Yunus [10] : 62 ). Tawakal juga menjadikan hati tenteram. Allah berfirman," Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." ( QS. ar-Ra'd [13] : 28 ).

Kegundahan dan kekhawatiran dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan bencana manusia. Seorang yang melakukan bunuh diri, bermula dari kegundahan hati yang belum menemukan jawaban (solusi). Seseorang yang selalu merasa resah karena khawatir atas bisnisnya, akan jabatannya, ini terjadi karena hatinya belum tenteram. Maka Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Pengaruh tawakal terhadap perbuatan seseorang adalah, perbuatan yang mendatangkan manfaat dan bisa menjaganya, dan perbuatan yang bisa menolak bahaya dan mencegahnya.

Inti sari berserah diri :
Adakah yang lebih indah daripada mengabdikan diri pada Tuhan ?.
Sukses dalam pencapaian, senang sesaat.
Merasa karena upaya dan strategi yang jitu dan sempurna.
Ingatlah Firaun seorang Raja, yg merasa dirinya tuhan.
Perintah hilangkan bayi laki-laki.
Sampai ribuan bayi tiada hirup segarnya udara.
Yang dicari tiada jumpa.
Bayi Musa ada dlm dekapan Sang Istri.
Laksana dia ( fir'aun ) menutup pintu, yang musuhnya sdh ada di dalam.
Masihkah kau ( fir'aun ) menganggap dirimu kuasa? Pandai membuat steategi?
Tidak dan tiada bisa menandingi ketetapan Sang Pencipta.
Tahukah, bahwa suksesmu krn anugerah-Nya.

Maka bersyukurlah.

Dan jangan sekali-kali kau katakan dg lantang, " Suksesku karena kerja keras, karena pandai berstrategi."
Kau mendatangi kebinasaan.
Kehinaanmu tinggalah menghitung masa.
Kehandalanmu dlm olah pikir, jangan kalahkan keimananmu pada-Nya.

Betapa indahnya saat seorang hamba dalam maqam tawakal akan menjemput malam seribu bulan. Malam yang digambarkan oleh Taufiq Ismail dalam syair lagu yang berjudul " Lailatul Qadar " dinyanyikan oleh group Bimbo. Begitu penuh makna setiap kalimat yang saling sambung - menyambung. Bulan Ramadhan adalah lampu seluruh bulan. Di antara malam Ramadhan, terdapat malam Lailatul Qadar yang Allah jadikan ibadah padanya lebih baik daripada ibadah seribu bulan. Beberapa firman Allah Swt, " Sesungguhnya kami menurunkannya pada Lailatul Qadar." ( QS. al-Qadr [97] : 1 ). Ayat ini mengatakan bahwa, Al-Qur'an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara terpisah kepada Nabi Muhammad selana dua puluh tiga tahun. Senada dengan isi surah al-Baqarah ayat 185.

Pada malam itu para malaikat turun ke bumi dengan membawa perintah Allah. Mereka menemui orang-orang yang shalat dan berzikir, mengaminkan do'a, memohonkan ampunan dan mendo'akan kebaikan bagi umat Rasulullah hingga terbit fajar. Itu yang dimaksud dengan firman Allah : " Para malaikat dan ruh turun pada malam itu dengan izin Tuhan mereka membawa semua perintah." ( QS. al-Qadr [97]: 4 ).

Ibadah pada malam Lailatul Qadar adalah lebih baik dari pada seribu bulan, baik puasa maupun shalat tahajud. Sesungguhnya Allah menyembunyikan malam itu ( Lailatul Qadar ) dengan maksud agar orang-orang mukmin bersungguh-sungguh di seluruh harinya. Maksud tersebut akan disambut dengan gembira bagi orang-orang yang maqamnya mencapai tingkatan tawakal.

Semoga kita dalam menjalani malam-malam terakhir di bulan Ramadan ini dengan kedudukan berserah diri kepada Yang Kuasa dan memperoleh ampunan-Nya, laksana Allah Swt pada malam itu telah menyeka dosa-dosa kita.

Aunur Rofiq

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP 2020-2025

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)

(erd/erd)