Sehari Jelang Larangan Mudik, PO Bus di Makassar Dipadati Pemudik

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 18:01 WIB
Salah satu kantor PO bus di Makassar dipadati pemudik jelang larangan mudik (Hermawan/detikcom).
Salah satu kantor PO bus di Makassar dipadati pemudik menjelang larangan mudik. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Sejumlah kantor PO bus antarkota antarprovinsi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipadati pemudik hari ini. Kepadatan terjadi menjelang pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah, yang berlaku mulai Kamis (6/5) besok.

Seperti pantauan detikcom di salah satu kantor PO bus di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (5/5/2021), aktivitas penumpang terlihat padat. Mereka mempersiapkan pulang ke kampung halaman mengingat larangan mudik berlaku mulai besok.

"Kita sendiri hari ini ada delapan unit bus yang kita berangkatkan. Jadi maksimal kita kisaran 280-300 penumpang (pada hari ini) karena ada 1 unit bus yang kapasitasnya sampai 46 orang," jelas petugas salah satu perwakilan bus, Toding, kepada detikcom.

Salah satu kantor PO bus di Makassar dipadati pemudik jelang larangan mudik (Hermawan/detikcom).Kantor PO bus di Makassar dipadati pemudik menjelang larangan mudik (Hermawan/detikcom).

Toding mengungkapkan 300 penumpang yang diberangkatkan menggunakan delapan bus pada hari ini meningkat 100 persen jika dibanding hari sebelumnya. Sebab, pada hari-hari sebelumnya, pihaknya hanya memberangkatkan empat bus saja.

"Jadi mulai padat itu tanggal 3, 4, dan hari ini. Jadi misal kalau rutinnya kita pakai empat unit bus, sekarang delapan unit. Jadi peningkatannya 100 persen, kan," jelas Toding.

Toding tak menampik bahwa masyarakat mencoba pulang ke kampung halaman masing-masing selagi larangan mudik baru berlaku besok.

"Jadi kita berangkatkan semua karena kita ikuti anjuran pemerintah antisipasi (razia mudik) masuk lintas kabupaten, pukul 00.00 besok. Makanya itu yang kita hindari," kata Toding.

"Pengamatan saya, pemerintah masih bagus beri warning jauh sebelumnya, masyarakat bisa jalan akal," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.