Komisi IX Desak Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk Lonjakan COVID-19

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 16:21 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengunjungi Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Ia mengecek kesiapan Wisma Atlet dalam menangani COVID-19.
Wakil Ketua DPR Charles Honoris Kunjungi Wisma Atlet (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran dalam rangka menghadapi skenario terburuk penyebaran COVID-19. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan penularan COVID-19 atau yang biasa disebut gelombang kedua, yang sudah mulai terjadi di sejumlah daerah.

"Saya ingin hadir di tengah pahlawan-pahlawan kita di sini, para tenaga kesehatan yang sedang berjuang membawa Indonesia keluar dari pandemi, untuk mengecek kondisi nakes dan kesiapan fasilitas kesehatan rumah sakit darurat ini dalam menghadapi potensi kenaikan penyebaran COVID-19," kata Charles dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Hal itu dikatakan Charles di sela-sela kunjungan sekaligus memberi bantuan untuk para tenaga kesehatan di Media Center, RSDC Wisma Atlet, Kemayoran. Charles diterima oleh Kapuskes TNI Mayjen Tugas Ratmono dan Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Muhammad Arifin.

Soal potensi kenaikan penyebaran COVID-19, Charles menjelaskan bisa dilihat dari prakondisi yang terjadi di lapangan. Seperti masyarakat yang sudah mulai mengabaikan protokol kesehatan seperti di pusat-pusat perbelanjaan dan mobilitas warga yang tinggi menjelang libur Lebaran.

"Kita tidak ingin angka penularan naik. Tapi prakondisi kenaikan angka penularan itu kita lihat sudah terpenuhi. Pengabaian prokes dan pergerakan orang dalam jumlah besar. Bahkan menurut data Kemenhub 27 juta orang akan tetap mudik meski dilarang," ujar Charles.

Oleh karena itu, kata Charles, pemerintah diminta konsisten dalam menerapkan kebijakan larangan mudik. Terlebih di sejumlah provinsi, seperti Sumut, Riau, dan Sumsel, angka keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate) sudah tinggi di atas 60%.

"Oleh karena itu, negara harus mempersiapkan infrastruktur dan perangkat dalam menghadapi skenario terburuk dalam hal peningkatan angka penularan COVID di Indonesia. Seperti peningkatan jumlah tempat tidur dan ICU COVID, suplai oksigen, dan sebagainya," paparnya.

"Selain itu, pemerintah juga harus terus memperketat pintu-pintu masuk di perbatasan, dan juga pengetatan disiplin protokol kesehatan di tengah masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kapuskes TNI Mayjen Tugas Ratmono mengatakan kesiapan pihaknya dalam mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Meski angka keterisian tempat tidur per hari ini masih rendah, yakni 22%, pihaknya menyatakan siap dalam menghadapi skenario terburuk.

"Ibarat tentara kalau berperang, kita ini udah posisi siap menembak," kata Tugas.

(maa/maa)