Pro dan Kontra Atasi Konflik Gajah di Riau

Pro dan Kontra Atasi Konflik Gajah di Riau

- detikNews
Kamis, 09 Mar 2006 19:07 WIB
Jakarta - Pusing tujuh keliling. Begitulah agaknya Pemerintah Provinsi Riau mengatasi konflik gajah dengan manusia. Ada rencana gajah di Bengkalis akan direlokasi ke Taman Nasional Teso Nilo. Tapi dugaan itu dibantah keras Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Riau.Aktivis lingkungan di Riau mulai uring-uringan karena ada rencana relokasi gajah dari Kabupaten Bengkalis ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Kabarnya rencana itu dilakukan BKSDA Riau karena desakan warga Desa Balai Raja Kabupaten Bengkalis yang dalam satu bulan terakhir ini rumahnya porak poranda di serang gajah. Kalau benar-benar dipndahkan ke Tesso Nilo aktivis lingkungan di Riau merasa keberatan. Sebab, Tesso Nilo dengan luas yang terbatas diangap tidak mampu lagi menampung kawasan gajah yang baru. Kalau dipaksakan juga, akan terjadi konflik baru lagi.Namun kabar relokasi ke Tesso Nilo itu dibantah keras Kepala BKSDA Riau, Wilistra. "Siapa yang bilang kalau kami akan merelokasi gajah ke Tesso Nilo. Nggak bener itu. Kita hanya melakukan pengusiran gajah dari desa setempat guna menghindari konflik," ketus Wilistra dengan dana tinggi saat dibubungi detikcom, Kamis (09/03/2006).Kendati membantah tidak akan merelokasi gajah, namun Wilistra mengakui pihaknya menurunkan tim bersama Dinas Kehutanan Porvinsi Riau guna menghalau gajah tersebut. Tim itu, katanya, justru lagi mencari solusi bagaimana menghindari konflik gajah di desa Balai Raja di Bengkalis."Nggak bener kalau gajah itu akan kita relokasi ke Tesso Nilo. Kita saat ini lagi mencari habitat gajah yang terdekat dari kawasan konflik tersebut. Kalau anda dapat informasi dari warga kami akan merelokasi, dengan ini saya katakan itu tidak benar. Tolong tulis itu," katanya dengan nada tinggi.Lantas akan dikemanakan gajah-gajah tersebut, sementara habitat hutan Marga Satwa Balai Raja sudah porak poranda? "Lah itu itu yang lagi kami pikirkan. Kita tengah mencari solusi terbaik kemana gajah-gajah ini harus kita carikan habitat barunya," katanya lagi.Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Burhanuddin ketika dihubungi detikcom tentang rencana relokasi ke kawasan Tesso Nilo mengatakan, bahwa rencana itu merupakan alternatif terakhir."Saat ini tim lagi mencari solusi yang terbaik guna menghindari konflik gajah dengan manusia. Soal relokasi ke Tesso Nilo, itu merupakan alternatif terakhir, kalau memang di Desa Balai Raja tidak tersedia lagi habitat gajah," kata Burhanuddin.Burhanunddin mengakui, hutan Marga Satwa Balai Raja dengan luas sekitar 16 ribu hektar itu, kini telah beralih fungsi. Sehingga diperkirakan hutan yang tersisa tidak dapat lagi menampung seluruh kawasanan gajah di daerah tersebut."Karena itu, kita lagi mencari solusi terbaik. Yakni kita akan menghitung hutan yang tersisa itu mampu menampung berapa ekor gajah. Nah sisa gajah yang tidak tertampung inilah, yang mungkin alternatif rekahir akan direlokasi ke Tesso Nilo. Tapi itu alternatif terakkhir loh, Lebih jelasnya tanya aja ke BKSDA, mereka lebih berkompeten," kata Burhanuddin. (ary/)


Berita Terkait