Analogi Habib Rizieq soal Ayah-Anak di Sidang Hoax Tes Swab

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 12:54 WIB
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali membawa-bawa soal analogi dalam perkaranya mengenai dugaan penyebaran hoax tes swab berujung keonaran. Bagaimana argumen Habib Rizieq?

Perihal itu terjadi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) saat seorang sosiolog hukum Trubus Rahadiansyah diminta pendapatnya. Habib Rizieq lantas mengilustrasikan seorang anak yang gelisah menerima kabar tentang ayahnya yang diberitakan positif COVID-19 dan sekarat.

"Anak menanyakan ke ayahnya waktu belum pemeriksaan sebelum ketemu dokter, 'Ayah, bagaimana kondisinya?' (Dijawab) 'Alhamdulillah sehat-sehat saja'," ucap Habib Rizieq dalam sidang di PN Jaktim, Rabu (5/5/2021).

Namun, lanjut Habib Rizieq, si anak resah melihat kabar di media sosial menyebutkan kondisi kesehatan ayahnya sebenarnya parah. Singkat cerita, si ayah dirawat dan dites COVID-19.

"Kemudian pada saat si ayah ditawarkan PCR, si anak ikut, ayah belum ketahuan kena COVID, pas dirawat di rumah sakit kondisi si ayah makin bagus, tapi si anak ini melihat berita resah betul karena berita hoax ini luar biasa, kemudian si anak mengambil inisiatif karena banyak yang nelepon, ditelepon berbagai pihak apa betul ayah mati, apa betul ayah sekarat, apa betul ayah kritis?" ujar Rizieq.

"Kemudian si anak mengambil inisiatif membuat satu rekaman mengatakan alhamdulillah ayah saya baik-baik saja. Saat itu belum ada hasil PCR, dokter belum menyatakan ada COVID. Kan baru proses pemeriksaan," tambahnya.

Rizieq juga menyebut si anak memiliki motif saat membuat rekaman itu. Si anak itu, sebutnya, hendak meredam fitnah yang menyebut ayahnya dalam kritis.

"Motif si anak membuat rekaman tadi untuk men-counter hoax, dia ingin mengatakan yang betul, bukan berita bohong, ini bohong ayah saya kritis, dia ingin meredam banyak pertanyaan kerabat, apa betul ayah meninggal. Dia inisiatif dengan tujuan untuk meredam fitnah, untuk menenangkan kerabat sahabat yang menelpon, bahwa ayah dalam kondisi baik. Rekaman dikirimkan ke handai taulan," jelasnya.

Rizieq kemudian menanyakan apakah inisiatif yang dilakukan si anak dalam ilustrasinya termasuk menyebar hoax. Ahli pun menjawab pernyataan itu secara singkat.

"Pertanyaan saya, itu anak belum tahu dan dia juga kalau belum ada hasil, setelah hasil keluar bapak terkena COVID baru tahu, baru dia cerita. Apakah si anak termotivasi meredam hoax dengan tujuan menciptakan ketenangan bukan keonaran dan menyampaikan apa adanya yang dia lihat dan sesuai jawaban ayah, ayah baik-baik saja, apakah yang dilakukan sa anak dalam rekaman mengatakan ayah baik-baik saja termasuk kebohongan?" tanya Rizieq.

"Bukan," jawab Trubus singkat.

Selanjutnya
Halaman
1 2