Ada Mudik Online Jasa Raharja, Bamsoet: Nggak Perlu Nekat Mudik

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 12:45 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi terobosan PT Jasa Raharja yang meniadakan kegiatan mudik gratis tahun ini. Mudik gratis diganti dengan program Mudik Online - Aman Enak (MOL - AE) sebagai dukungan terhadap larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei mendatang.

"Melalui MOL - AE, Jasa Raharja memberikan paket kuota internet kepada 10.000 warga. Terdiri dari 5.000 warga pendaftar, dan 5.000 warga anggota keluarga di kampung halaman yang didaftarkan oleh pendaftar. Sehingga mereka bisa bersilaturahmi secara virtual, tidak perlu nekat mudik yang malah bisa menyebabkan semakin menyebarnya virus COVID-19," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Hal ini diungkapkannya dalam Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo, di Studio Podcast Bamsoet Channel Jakarta, kemarin (4/5).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan masyarakat bisa mendapatkan paket kuota internet dari Jasa Raharja dengan terlebih dahulu mendownload aplikasi JRku di ponsel dan mengikuti langkah-langkahnya. Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui website https://mudik.jasaraharja.co.id/.

"Fasilitas silaturahim virtual yang diberikan Jasa Raharja berupa kuota data internet pengganti webinar maksimal Rp 100 ribu. Serta kuota data internet silaturahim virtual, masing-masing maksimal Rp 150 ribu untuk pendaftar dan satu anggota keluarga yang didaftarkan di kampung halaman, dengan jarak minimal 50 Km dari posisi pendaftar," terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menilai program MOL - AE tidak hanya memudahkan masyarakat menjalin silaturahmi secara virtual, tapi juga menghindari risiko kecelakaan lalu lintas jika tetap nekat melakukan mudik.

"Data Korlantas Polri mencatat, sebelum pandemi COVID-19, kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan balik pada lebaran 2019 mencapai 2.851 kejadian. Sebanyak 132 korban kecelakaan meninggal dunia, serta 97 orang mengalami luka berat, dan 1.638 orang luka ringan," paparnya.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menyebut sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada tahun 2020, pemerintah mulai memberlakukan pelarangan mudik, meski masih saja ada warga yang bandel melanggarnya. Diungkapkannya, larangan mudik tersebut menurunkan angka kecelakaan pada mudik 2020 hingga 31 persen dibandingkan tahun 2019 lalu, yakni hanya sekitar 1.980 kejadian.

"Tahun ini, melalui MOL - AE yang digagas Jasa Raharja, kita berharap warga mematuhi larangan mudik. Sehingga bisa semakin meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas, ataupun akibat penyebaran virus COVID-19," pungkas Bamsoet.

Tonton juga Video: Gibran Sebut Akan Halal Bihalal Secara Daring Bareng Jokowi

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)