Walkot Jakpus Klaim Tak Ada Lonjakan Kasus COVID Pascakerumunan Tanah Abang

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:16 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (ketiga kiri) dan Kapolda Metro Jaya Muhammad Fadil Imran (kedua kanan) meninjau situasi di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Anies mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Kerumunan di Tanah Abang (ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Pemerintah Kota Jakarta Pusat melakukan berbagai upaya untuk mencegah kerumunan kembali terjadi di kawasan Pasar Tanah Abang. Kini sejumlah petugas akan diturunkan ke lokasi pasar sebelum para pedagang tiba.

"Kita akan melakukan pemantauan terhadap kerumunan yang terjadi di sana. Kita memulai aktivitas itu sebelum pedagang datang. Artinya, kita jaga di sana," ujar Wali Kota Jakpus Dhany Sukma di Monas, Gambir, Jakpus, Rabu (5/5/2021).

Menurut Dhany, personel yang diturunkan tersebut tak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mencegah pedagang kaki lima yang berjualan di pedestrian dan lahan-lahan publik lainnya.

"Termasuk di dalam juga flow-nya sudah diatur dan kebetulan juga jumlah pengunjung hari-hari kemarin mulai lenggang. Tidak seperti hari Sabtu maupun Minggu," ucapnya.

Meski di Pasar Tanah Abang sempat terjadi kerumunan, Dhany menyebut tidak ada lonjakan kasus yang signifikan di wilayah Jakarta Pusat. Dia memastikan wilayahnya saat ini masih berada di zona hijau.

"Sementara situasi Jakarta Pusat kita masih dalam zona hijau berdasarkan pemantauan aplikasi yang dibangun berbasis lingkungan RT dan RW," kata dia.

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya juga telah menetapkan aturan baru soal jam tutup Pusat Grosir Pasar Tanah Abang. Penutupan kios-kios di dalam pasar dilakukan secara bertahap untuk mencegah penumpukan pengunjung yang hendak keluar.

Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan jam tutup untuk kios yang berada di lantai ganjil berlaku pukul 16.00 WIB. Sedangkan untuk kios yang berada di lantai genap, jam tutup berlaku pada pukul 17.00 WIB.

"Selain itu, mulai sore ini penutupan lebih cepat terhadap kios diberlakukan di Pasar Tanah Abang. Toko yang berada di lantai ganjil diminta tutup jam 4 sore dan yang berada di lantai genap tutup jam 5 sore. Hal ini untuk mencegah penumpukan keluar pengunjung secara bersama," kata Arief kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Arief berharap kebijakan ini dapat berjalan maksimal. Pengamanan dari aparat gabungan di sekitar pasar terbesar se-Asia Tenggara itu juga bakal diperketat demi mencegah kerumunan saat pandemi COVID-19.

Simak Video: PT KCI Berharap Ada Evaluasi dari Operasional Pasar Tanah Abang

[Gambas:Video 20detik]

(mea/fjp)