Kasus Corona Harian di Sumut Naik, Gubsu Wanti-wanti Warga Jangan Mudik

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:16 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (tengah)
Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mewanti-wanti warga agar tak mudik demi mencegah kasus Corona di Sumut melonjak. Dia mengatakan kasus positif di Sumut sempat turun, namun kembali naik beberapa hari terakhir.

"Rakyat Sumatera Utara-ku, dengan kondisi setiap ada kegiatan libur bersama itu cenderung meningkat sama dengan sekarang ini. Kemarin kita sudah sempat kepala 5, 50 maksudnya. Sekarang, dua hari yang lalu naik menjadi 64, sekarang udah 76. Berarti tren naik dia," kata Edy di Landasan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Rabu (5/5/2021).

Edy menyampaikan hal itu setelah memimpin apel gelar pasukan pengamanan Idul Fitri 1442 H. Apel ini turut dihadiri Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin.

Edy mengatakan Pemprov Sumut akan melakukan penyekatan di pintu-pintu masuk Sumut. Hal ini dilakukan untuk mencegah warga mudik.

Dia menyebut penyekatan dilakukan di tujuh pintu masuk Sumut. Selain itu, ada penyekatan di setiap perbatasan kabupaten dan kota yang juga untuk menghalangi warga mudik.

"Sumatera Utara akan melakukan, karena ada 33 kabupaten/kota. Kami bersama-sama Kapolda dan Pangdam sudah sepakat untuk itu. Sebelum ada perintah dari pusat, kami sudah lakukan. Apalagi saat ini sudah menjadi perintah dari pusat," ucapnya.

Dia menegaskan ada sanksi bagi warga yang nekat mudik. Sanksi itu berupa teguran hingga sanksi administrasi.

"Teguran, kegiatan fisik sampai tingkat administratif. Karena Sumatera Utara sudah punya perda di situ, sudah ada pergub," jelasnya.

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra mengatakan akan ada 11.600 personel gabungan yang disiapkan mengamankan perayaan Idul Fitri di Sumut. Personel itu akan disiagakan di titik-titik penyekatan yang ada.

"Kita menempatkan personel kurang lebih 7.700 personil Polri, ditambah 1.200 personel TNI, dan dari pemerintah daerah kurang-lebih 2.700 personel yang tergabung dalam pos pengamanan," ucap Panca.

Pengamanan juga dilakukan di tempat-tempat keramaian. Panca mengatakan personel yang bertugas akan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan oleh masyarakat.

"Termasuk di tempat keramaian, di mal, pasar, kita tempatkan personel untuk memastikan ketaatan masyarakat dalam menjalankan imbauan pemerintah khususnya tidak menjalankan mudik, tidak melakukan perjalanan yang tidak penting," jelasnya.

Tonton Video: Larang Mudik, Satgas: Lebih Baik Cerewet Daripada Korban COVID Berderet-deret

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)