Hakim Kabulkan Permohonan Mark Sungkar Jadi Tahanan Kota

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 06:19 WIB
Jakarta -

Permohonan Mark Sungkar untuk menjadi tahanan kota terkait kasus dugaan korupsi dana pelaksanaan kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional tahun anggaran 2018 dikabulkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Sejumlah alasan menjadi pertimbangan hakim.

"Dengan alasan kemanusiaan serta kemanfaatan hukum, akhirnya majelis hakim Yang Mulia dapat mengambil kebijakan hukum untuk dilakukan pengalihan status hukum terhadap tahanan terdakwa (Mark Sungkar) dari sebelumnya menjadi tahanan rutan kepada tahanan kota," ujar pengacara Mark Sungkar, Fahri Bachmid kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).

Fahri mengatakan Mark Sungkar menjadi tahanan kota terhitung hari ini (5/5). Selanjutnya, Mark akan menjalani hukuman sebagai tahanan kota dan tetap mengikuti persidangan seperti biasanya.

Adapun alasan hakim mengabulkan status tahanan kota antara lain Mark Sungkar sudah berusia 73 tahun dan kondisi kesehatan menurun serta sempat terkena COVID-19. Sikap Mark yang kooperatif juga salah satu alasan majelis hakim.

"Terdakwa Mark sungkar sangat kooperatif selama menjalani proses hukum selama ini, dan ada jaminan dari keluarga selama Mark Sungkar berada dalam status menjadi Tahanan Kota ke depan," katanya.

Diketahui, Mark Sungkar didakwa melakukan perbuatan memperkaya diri, orang lain, dan korporasi melalui dana pelaksanaan kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional tahun anggaran 2018. Mark Sungkar juga didakwa membuat laporan keuangan fiktif.

Dalam dakwaan jaksa kapasitas Mark sebagai mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia masa bakti 2015-2019. Perbuatan Mark Sungkar ini disebut jaksa telah merugikan negara senilai Rp 694.900.000.

Mark Sungkar didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 atau Pasal 9 juncto Pasal 18 ayat 1 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

(zap/eva)