Ini 3 Cara Cepat Tolong Korban yang Terlanjur Telan Sianida

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 04:02 WIB
poison 2
Ilustrasi sianida (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Seorang bocah di Bantul, Yogyakarta, tewas usai mengkonsumsi sate yang dicampur sianida racikan Nani Apriliiani (25). Ahli toksikologi dari Universitas Indonesia, Budiawan, mengungkap cara cepat penanganan pertama bagi korban yang terlanjur menelan sianida.

Budiawan menjelaskan 3 cara yang dinilainya efektif menekan dampak fatal dari sianida yang sudah tertelan. Cara pertama yakni memuntahkan makanan yang dikonsumsi.

"Kalau spontanitas, muntah, dimuntahkan ketika terasa mual itu merupakan sesuatu yang alamiah yang bisa dilakukan karena keracunan bahan kimia," kata Budiawan saat dihubungi detikcom, Selasa (4/5/2021) malam.

Cara selanjutnya, terang Budiawan, adalah menggunakan karbon aktif. Budiawan menjelaskan karbon aktif dapat berupa tablet yang berfungsi menyerap sianida dalam tubuh.

"Bisa juga dicari di apotek, karbon aktif itu untuk mengurangi ya (dampak sianida), artinya racun-racun tersebut terserap nanti dalam karbon aktif tersebut," tutur Budiawan.

Selain 2 cara tersebut, Budiawan menambahkan korban juga dapat menggunakan amonium nitrit. Diketahui, amonium nitrit merupakan garam amonium dari asam nitrat.

"Kalau ke dokter juga bisa ditambahkan amonium nitrit. Fungsinya, intinya begini, untuk mencegah supaya si sianida itu tidak memblok oksigen, karena kerjanya sianida itu memblok oksigen di dalam darah kita sehingga pernapasan terganggu," terang Budiawan.

Amonium nitrat dapat diberikan ke pasien melalui infus. Budiawan mengatakan 3 cara penanganan pertama ini mesti cepat dilakukan karena sianida yang tertelan akan bereaksi dalam hitungan jam.

"Hitungannya itu kalau terlambat 3 sampai 4 jam sudah fatal ya kalau tidak ditangani gejala-gejalanya. Bisa 1 jam paling cepat," imbuh Budiawan.

Jika cara tersebut tepat dilakukan, Budiawan menyebut metabolisme tubuh dan fungsi sel-sel organ akan segera pulih.

Diketahui, insiden maut ini bermula ketika Nani Aprilliani yang hendak mengirim takjil berupa sate berisi sianida untuk mantan kekasihnya, Tomy, malah salah sasaran dan menewaskan seorang bocah. Motif Nani Aprilliani mengirim takjil sianida itu karena Tomy, meninggalkan Nani dan menikah dengan wanita lain. Nani dan Tomy disebut telah menikah siri.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menambahkan racun sianida itu dibeli via online pada 28 Maret 2021. Dalam riwayat pembelian melalui e-commerce itu pesannya sodium sianida.

"Jadi pesanannya di aplikasi tersebut Sodium Sianida. Tapi setelah dicek, ternyata Kalium Sianida," kata Wachyu.

Saat ini, polisi masih memburu R, pria yang mengajarkan mengajarkan Nani Aprilliani meracik takjil sianida. Keberadaan R yang disebut sebagai pelanggan salon tempat Nani bekerja itu masih gelap.

"Untuk fakta baru dari hasil pemeriksaan hari ini belum ada. Namun, masih kita mendalami keterangan yang kemarin yang inisial R," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi.

Lihat Video: Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida

[Gambas:Video 20detik]



(isa/jbr)