Beri Hadiah pada Orang Lain, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Kristina - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 17:39 WIB
hadiah
Foto: Getty Images/carlosalvarez/Beri Hadiah pada Orang Lain, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Para ulama sepakat bahwa memberikan hadiah hukumnya sunnah. Dasar masyruiyah hadiah tersebut berdasar pada ijma'.

"Umat Islam telah ijma'/sepakat atas masyruiyah dan kesunnahan memberi hadiah."

Dalam Al Quran Allah SWT telah berfirman melalui penggalan Q.S Al-Baqarah ayat 177 yang artinya:

"...dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim."

Hal ini juga diperkuat dengan hadits Bukhari dan Muslim, "Wahai para wanita muslimah, tetaplah memberi hadiah pada tetangga walau hanya kaki kambing yang diberi." (HR. Bukhari & Muslim).

Sementara itu, pemberian hadiah akan menjadi haram jika bertujuan untuk alasan tertentu seperti jabatan atau kedudukan. Memberikan hadiah untuk pejabat termasuk ghulul.

Diriwayatkan oleh Ahmad, dari Abu Humaid As Sa'idi Rasulullah SAW bersabda:

هَدَايَا الْعُمَّالِ غُلُولٌ

Artinya: "Hadiah bagi pejabat (pekerja) adalah ghulul (khianat)." (HR. Ahmad).

Dikutip dari Jurnal of Islamic Law, berdasarkan hukum Islam dan UU No.20 Tahun 2001 tentang hukum hadiah yang diberikan kepada pejabat, dikatakan bahwa hadiah yang diberikan kepada pejabat atau pegawai karena pekerjaan dan kedudukannya maka hukumnya adalah haram. Haram bagi pemberi dan penerima.

Dasar keharaman tersebut adalah karena tidak terealisasikan persamaan hak sesama manusia. Sementara itu, hadiah yang diberikan bukan karena pekerjaan dan kedudukan maka halal bagi pemberi maupun penerima.


(nwy/nwy)