Utomodeck dan UBAYA Dukung Kampus Merdeka dan Energi Bersih

Content Promotion - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 16:12 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (ketiga kiri) dan Plt Dirut PLN Djoko Abumanan (kedua kanan) berbincang dengan pengguna listrik tenaga surya seusai meninjau mockup rumah listrik surya pada acara Kampanye Penggunaan Listrik Surya Atap di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (27/7/2019). Kegiatan tersebut dalam rangka menyosialisasikan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) guna memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung penggunaan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Penandatanganan MoU antara Utomodeck Group dan UBAYA di Gedung Perpustakaan UBAYA, Kamis (29/4)/Foto: Utomodeck
Jakarta -

Perusahaan asal Surabaya Utomodeck Group turut andil merealisasikan program 'Kampus Merdeka' yang diinisiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Hal ini ditandai dengan penandatangan MoU dengan Universitas Surabaya (UBAYA) dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Pemilik Utomodeck Group Darmawan Utomo dan Rektor UBAYA Benny Lianto di Gedung Perpustakaan UBAYA, Kamis (29/4) lalu. MoU ini berupa dukungan pengembangan energi terbarukan SolarRUV. Selain itu, Utomodeck Group juga menyambut baik kehadiran Pusat Studi Energi Terbarukan (PSET) UBAYA.

Menurut Pemilik Utomodeck Group Darmawan Utomo, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka itu bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Hal ini juga memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus agar kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

"Utomodeck Group menjunjung tinggi inovasi produk. Meskipun Utomodeck adalah rekoris MURI dan Guinness World Record serta pemegang hak paten banyak profil atap, tapi kami tidak berhenti di sana," ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Darmawan mengatakan dukungan perguruan tinggi terhadap kampanye energi bersih dinilai penting untuk memaksimalkan edukasi kepada masyarakat. Riset tentang pengembangan Solar Tracking System yang diinisiasi oleh mahasiswa UBAYA menjadi salah satu contohnya. Riset ini akan menghasilkan sebuah sistem otomatis yang mampu mengikuti arah gerakan matahari sehingga dapat mengoptimalkan penerimaan energi matahari oleh solar cell.

Semakin besar intensitas cahaya matahari yang ditangkap oleh solar panel, semakin besar daya listrik yang dihasilkan. Oleh karena itu, perlu dibuatkan sebuah sistem yang dapat membuat solar cell selalu mengikuti arah gerakan matahari dan menambah efisiensi solar panel dalam menyerap energi matahari.

"Dari sisi product knowledge sendiri, pihak industri juga harus bersiap dengan komponen-komponen yang mampu mendukung efisiensi solar panel secara optimal. Utomo SolaRUV telah bekerja sama dengan Sungrow dan LONGi untuk mendukung ketersediaan komponen solar panel terbaik dan berkualitas dunia," jelasnya.

Seperti diketahui, LONGi merupakan perusahaan teknologi tenaga surya di dunia dengan nilai pasar tertinggi. Berdasarkan Q4-2019 report, Bloomberg NEF menempatkan LONGi di Tingkat I sebagai PV manufacturer. Sedangkan Sungrow Power Supply Co., Ltd "Sungrow" adalah merk inverter paling bankable di dunia dengan lebih dari 154 GW dipasang di seluruh dunia per Desember 2020. Berdasarkan Clean Energy Review pada 2020, Sungrow menempati posisi keempat untuk kategori inverter terbaik di dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (ketiga kiri) dan Plt Dirut PLN Djoko Abumanan (kedua kanan) berbincang dengan pengguna listrik tenaga surya seusai meninjau Atap terintegrasi solar panel Utomo SolaRUV dalam kampanye Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan/ Foto: Utomodeck

Menurut Rektor UBAYA Benny Lianto, kolaborasi perguruan tinggi dalam koridor pengembangan sistem termutakhir solar panel dan ketersediaan komponen solar panel terbaik dari Utomo SolaRUV tentu akan mampu mengurai kendala-kendala pemasangan PLTS Atap di lapangan. Energi bersih yang berlimpah dari sinar matahari semakin bisa diakses oleh masyarakat.

"Banyak sekali ide kreatif yang diciptakan dosen UBAYA, tapi seringkali juga tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui kerja sama dengan Utomodeck Group, kami berharap penelitian akademis yang kami lakukan bisa menjawab masalah lapangan yang dihadapi industri. Jadi ada kesinambungan." ungkapnya.

Selain rencana riset dan implementasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Atap, kerja sama ini juga memungkinkannya program magang mahasiswa di kantor Utomodeck Group maupun perekrutan tenaga kerja dari berbagai fakultas yang UBAYA miliki.

Sebagai informasi, salah satu inovasi Utomodeck yang ikut mendukung program energi terbarukan adalah atap yang terintegrasi dengan solar panel. Atap terintegrasi dengan solar panel yang diusung Utomo SolaRUV ini menjadi model percontohan Rumah Listrik Surya yang diperkenalkan Menteri ESDM Ignasius Jonan saat mengkampanyekan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap di Jakarta.Manager Kerja Sama Dalam Negeri UBAYA Rudy Agustriyanto menambahkan kerja sama ini juga meliputi diskusi bersama untuk menghasilkan produk kebaruan untuk paten, karena reputasi baik Utomodeck Group yang sudah berpengalaman secara profesional dalam mematenkan produk-produk inovasi.

Atap solar panel Utomo SolaRUV mempunyai banyak keunggulan selain kualitas daya tahan, yakni hemat biaya listrik hingga 15%, biaya perawatan terjangkau, hingga bisa menjadi investasi menjanjikan berupa kebijakan jual beli dengan PLN.

Untuk mengetahui informasi produk Utomo SolaRUV, kunjungi www.solaruv.co.id atau hubungi +62 819-0116-6000/Info@solaruv.co.id

(ads/ads)