Suryama: Kalau Hamid Dipanggil, Anak Buah Dikorbankan

Suryama: Kalau Hamid Dipanggil, Anak Buah Dikorbankan

- detikNews
Kamis, 09 Mar 2006 16:11 WIB
Jakarta - DPR bisa jadi tak serius memanggil Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin terkait kasus obral remisi dan izin sakit Tommy Soeharto. Pasalnya, jika Hamid diperiksa, ending-nya sudah dapat ditebak. Anak buahnya yang akan dikorbankan!Pendapat soal ending kasus Tommy ini disampaikan anggota Komisi II DPR Suryama M Satra saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (9/3/2006).Politisi PKS ini berpendapat, Hamid sebagai Menkum HAM harus bertanggung jawab dan segera mengambil alih masalah Tommy, karena permainan ini sudah menjadi rahasia umum "Tapi pasti yang dikorbankan anak buahnya" kata Suryama.Pemberian remisi yang tak wajar terhadap Tommy membuktikan politik hukum di Indonesia amburadul. Di satu sisi bisa menghargai hak prerogatif presiden, namun di sisi lain hal ini akan mengganggu rasa keadilan di masyarakat.Mengenai latar belakang pemberian remisi karena Tommy melakukan sekadar donor darah atau hanya melakukan bakti sosial, Suryaman menilai terlalu enak bagi Tommy. Menurutnya hal ini membuktikan politik masih menjadi panglima di negeri ini."Oh enak tenan, apa orang lain tidak melakukan hal itu?" cetus Suryama.Selain itu, Suryama juga merasa aneh dengan para penegak hukum yang menurutnya menganggap masyarakat bodoh karena tidak tahu kalau Tommy melakukan penyalahgunaan izin rawat inapnya dengan beraktivitas di luar penjara, seperti bepergian ke vila di Bogor."Saya tersinggung, pelanggaran sudah pasti, yang lebih parah lagi apa masyarakat dianggap bodoh ya? Kan kejadian itu berulang," ujarnya ketus.Suryama mengajak masyarakat untuk melihat dari segi nurani dalam masalah ini. Sampai kapan Indonesia akan membiarkan hukum diletakkan semena-mena."Integritas pemerintah, khususnya Menkum HAM, bahkan presiden akan semakin dipertanyakan oleh masyarakat bila tidak ada penyelesaian masalah ini," tandasnya. (jon/)


Berita Terkait