Pertamina Santuni Anak Yatim di Area Proyek Rokan Total Rp 140 Juta

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 10:46 WIB
Pertamina
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

Anak yatim kaum duafa dan masjid yang tersebar di 12 Kelurahan/Desa sekitar proyek Konstruksi dan Penggantian Pipa Minyak Rokan menerima santunan dari Pertamina melalui PT Pertamina Gas (Pertagas). Santunan yang diserahkan pada pengurus yayasan, masjid, lurah atau penghulu tersebut total Rp 140 juta.

Manager Communication Relations dan CSR PT Pertamina Gas, Elok Riani Ariza menyampaikan pemberian santunan dalam bulan suci Ramadhan adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

"Tahun-tahun sebelumnya kami memberikan santunan pada masyarakat yang membutuhkan di sekitar area operasi Pertagas. Dengan adanya proyek Rokan yang sedang berlangsung, tahun ini sedikit berbeda, pemberian santunan tidak hanya dilaksanakan di 7 area operasi Pertagas namun juga di area proyek Rokan," ujar Elok dalam keterangan tertulis, Selasa, (4/5/2021).

Diketahui, sejak 26 April hingga 30 April 2021 Tim Corporate Social Responsibility (CSR) Pertagas telah bergerak mendatangi masyarakat untuk memberikan santunan, khususnya masyarakat di Kecamatan Mandau, Bangko, Tanah Putih, Dumai Selatan, Sungai Sembilan dan Bukit Kapur.

Menurut Elok, perseroan peduli dengan kondisi masyarakat sekitar wilayah operasi dan proyek, termasuk proyek Konstruksi dan Penggantian Pipa Minyak Rokan. Menurutnya, ini merupakan proyek strategis nasional yang sedang digarap oleh Pertagas selaku afiliasi dari Subholding Gas PT PGN Tbk bersama Konsorsium PT PGN Solution - PT Patra Drilling Contractor (KPP PGASOL - PDC).

"Alhamdulilah kami sudah terima santunannya untuk 45 orang anak di panti asuhan ini, kami mendoakan semoga kegiatan operasi perusahaan berjalan lancar dan di bulan Ramadhan ini mengalir keberkahan untuk kita semua," ujar salah seorang penerima santunan yakni Pembina Panti Asuhan Ar Rozak, Kelurahan Mekarsari Iskandar.

Sejak First Welding pada September 2020, proyek Rokan telah berhasil mencapai 1.542.350 jam kerja aman dengan total 1.629 pekerja yang terdiri dari 1.298 orang pekerja lokal dan 331 orang pekerja non lokal pada akhir bulan April.

(prf/ega)