Tak Ada Pemudik, Pedagang di Pelabuhan Merak Merugi

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 15:26 WIB
Jakarta -

Sukiani (40), pedagang di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten meratapi nasib karena dagangannya sepi pembeli. Jika tahun lalu Rina bisa mengantongi Rp 20 sampai 30 ribu sehari, tahun ini dia mengaku sama sekali tak mengecap untung.

"Sepi nggak ada yang beli, pembelinya nggak ada. Ya sebelum mah lumayan, ada 20 - 30 ribu. Sekarang mah cuma sesekali adanya," ujar Sukiani kepada detikcom di lokasi, Senin (3/5/2021).

Sama seperti Sukiani, Rina (45) yang juga pedagang di Pelabuhan Merak mengaku penghasilannya dari berjualan makanan ringan dan minuman kemasan semakin menyusut sejak Pemerintah memberlakukan kebijakan larangan mudik. Tahun ini, kata Rina, dampaknya makin parah.

"Tahun kemarin masih mending, ini tambah tahun sekarang malah makin berkurang malah makin sepi," cerita Rina.

Apalagi, lanjut Rina, PT ASDP Persero akan menutup warungnya dan warung-warung pedagang lainnya di Pelabuhan Merak karena aktivitas mudik akan dilarang mulai 6 hingga 17 Mei mendatang.

"Iya ini semua warung di sini bakal ditutup sama ASDP. Kalau tahun lalu masih lumayan dibolehin jualan di depan, jualan air minum. Jadi masih ada pemasukan," keluh Rina.

"Sangat merugikan sekali, karena ini kan bukan barang kita juga semua. Ada pemasok," tambahnya.

Seperti diketahui, Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021 dengan masa pengetatan pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021. Pada tanggal itu pelabuhan hanya melayani penyeberangan barang, khususnya untuk pasokan pangan.

"Kita melakukan check point dan pos-pos penyekatan seperti tahun kemarin. Kemudian ASDP ada kebijakan tanggal 6-17 Mei tidak melayani (penyeberangan) penumpang, hanya barang sama untuk sembako," kata Dirlantas Polda Banten Kombes Rudy Purnomo di Serang, Banten, Selasa (6/4).

(aud/aud)