Polisi Akan Kandangkan Kendaraan yang Nekat Dipakai Mudik di Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 14:50 WIB
Polisi memeriksa kendaraan di titik penyekatan larangan mudik di Bali (dok. Istimewa).
Foto: Polisi memeriksa kendaraan di titik penyekatan larangan mudik di Bali (dok. Istimewa).

Direktorat Lalulintas Polda Bali juga telah menambah lokasi penyekatan guna menghalau masyarakat yang nekat mudik di tengah pandemi COVID-19. Total ada sebanyak dua lokasi penyekatan yang ditambah.

"Kita menambah penyekatan di Buleleng menuju Gilimanuk di Simpang Pejarakan dan di Yeh Malet penyekatan menuju Padangbai," kata Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Indra kepada detikcom, Senin (3/5/2021).

Indra menjelaskan, penambahan lokasi penyekatan ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penyekatan di Simpang Pejarakan di Buleleng nantinya akan menghalau pemudik di wilayah Bali utara menuju Gilimanuk. Sedangkan penyekatan di Yeh Malet bakal menghalau pemudik menuju NTB.

"Jadi dengan bertambahnya dua penyekatan ini, penyekatan menjadi lebih maksimal. Jadi nanti kasian di pelabuhan nanti," terang Indra.

Sebelumnya, pihak Dirlantas Polda Bali juga telah menyiapkan lima titik penyekatan di Pulau Dewata. Karena itu, hingga saat ini total terdapat tujuh titik penyekatan. Penyekatan itu dilakukan di sejumlah persimpangan jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai.

Kelima penyekatan yang disiapkan sebelumnya yakni di Simpang Tiga Umanyar, Simpang Tiga Megati-Tabanan dan di Pelabuhan Gilimanuk sendiri, Simpang Empat Masceti-Gianyar dan Simpang tiga Padangbai.

Indra menuturkan, semua kendaraan yang melalui penyekatan tersebut bakal diperiksa, baik orang dan barang bawaannya. Termasuk berbagai surat-surat kelengkapan seperti surat keterangan bebas COVID-19 dan surat izin keluar-masuk.

"Kalau itu tidak ada surat-surat ya dengan terpaksa kami putar balik mereka nanti. Jadi kalau tidak surat keterangan COVID-19, surat keterangan izin keluar masuknya, kalau itu enggak dibawa ya kita putar balik nanti," terangnya.

Nantinya, berbagai petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan bakal berjaga di masing-masing titik penyekatan tersebut selama 24 jam. Bahkan bagi yang sudah memiliki surat izin keluar-masuk bakal dilakukan swab antigen secara acak.

"Kalau nanti pada saat random itu ada yang positif otomatis dengan ambulans yang ada di pos itu langsung kita bawa ke tempat isolasi. Tidak ke rumahnya," terang Indra.


(nvl/nvl)