DPR Pusing Pro Kontra RUU APP
Kamis, 09 Mar 2006 13:13 WIB
Jakarta - Kontroversi mengenai RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) membuat anggota DPR pusing tujuh keliling. DPR berjanji akan terus mengakomodir kepentingan dua pihak yang berbeda."Nah kita di DPR ini yang pusing karena harus dapat mempertemukan dua pihak tersebut," kata anggota Komisi III DPR RI dari FPDIP Gayus Lumbuun.Hal ini disampaikan dia dalam dialog interaktif di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2006).Menurut dia, ada banyak kepentingan yang diakomodir dalam pembuatan RUU Anti Pronografi dan Prornoaksi. "Mereka yang pro mengatasnamakan kesusilaan. Sementara yang kontra misalnya dari Bali dan Papua menolak karena dengan adanya RUU tersebut dapat mengganggu adat istiadat mereka," urainya.Dalam kesempatan itu, Gayus mengaku khawatir RUU APP dapat menyebabkan disintegrasi bangsa. "Seperti Aceh yang sebentar lagi akan punya RUU tersendiri dan juga dengan RUU APP ini saya khawatir ada daerah lain yang meminta tidak menerima perundangan yang ditetapkan pemerintah pusat. Seperti contohnya Bali yang sudah mengirim surat kepada komisi III untuk tidak memberlakukan RUU APP di daerahnya," jelas Gayus.
(aan/)











































