Banyak Beredar Surat Palsu, SBY Diminta Tertibkan Intrik
Kamis, 09 Mar 2006 13:09 WIB
Jakarta - Saat ini mudah sekali ditemukan surat palsu dari pejabat selevel menteri. Ada indikasi hal itu bagian dari intrik di dalam kabinet. Presiden SBY pun diminta menertibkan hal itu untuk menjaga kewibawaan pemerintah."Ini isyarat bagi SBY dan kabinet bahwa intrik-intriknya makin kasar. Makanya harus segera ditertibkan," kata anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS Suryama kepada detikcom, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/3/2006).Dikatakan Suryama, jika intrik-intrik kasar itu tidak segera ditertibkan maka dipastikan akan mengganggu kewibawaan pemerintah yang ujung-ujungnya akan mempengaruhi efektivitas kebijakan yang akan diambil.Tentang surat palsu Menlu Hassan Wirajuda yang berisi jawaban surat rekomendasi dari Seskab Sudi Silalahi terkait penunjukan PT Sun Hoo Engineering untuk merenovasi KBRI Seoul, Korsel, Suryama meminta Menlu Hassan menjelaskannya secara jelas agar tidak mengembang.Menurutnya, masalah itu merupakan pertarungan bisnis untuk berebut tender. Namun karena membawa nama kekuasaan, kasusnya menjadi melebar. Oleh sebab itu SBY harus segera menertibkan anak buahnya yang bermain-main membawa kekuasaan dalam bisnis.Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB Imam Anshori Saleh mengatakan, kasus terbongkarnya surat izin dari Menlu kepada PT Sun Hoo bukti nyata adanya bau KKN dalam renovasi KBRI Seoul. Presiden SBY harus menindak tegas pembantunya yang terlibat dalam kasus itu karena merusak citra pemerintahan yang dipimpinnya.Imam lantas mempertanyakan komitmen SBY yang akan memberantas korupsi dari rumahnya sendiri, karena sampai saat ini tidak ada tindakan nyata atas pernyataannya tersebut. Terbukti kasus-kasus yang melilit orang dekatnya tidak ditindak secara tegas."SBY berjanji bersihkan korupsi dari rumahnya sendiri, tapi kenapa tidak ada tindakan tegas dari orang dekatnya," ujarnya.
(san/)











































