Pengurus Masjid Bekasi Usir Jemaah Bermasker, DMI Sesalkan Pemahaman Kaku

Zunita Putri - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 11:55 WIB
Sekjen DMI Imam Addaruqutni. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Sekjen DMI Imam Addaruqutni (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Seorang anggota jemaah dibentak-bentak karena bermasker di dalam masjid di Bekasi. Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengungkap beberapa kendala terkait aturan protokol kesehatan Corona (COVID-19) di masjid.

"Saya kira ada satu hal yang diyakini pengurus masjid itu dengan data yang dia yakini bahwa tidak boleh pakai masker, kemudian pemerintah punya ketentuan masyarakat sudah melakukan tradisi baru dan sebagainya kan dalam berkumpul dengan orang itu. Nah ini, alhamdulillah udah musyawarah dengan baik, tetapi untuk suara Dewan Masjid Indonesia perlu juga disampaikan bagi para pemaham tentang dalih-dalih itu ada lafaz yang bersifat umum itu diberlakukan secara umum, ada juga lafaz pernyataan umum, tapi diberlakukan secara khusus," kata Sekjen DMI, Imam Addaruquthni saat dihubungi, Senin (3/5/2021).

"Misal ada berpaham di masjid itu nggak boleh pakai masker, itu umum emang gitu, tapi ketika ada COVID, karena COVID ini kerawanannya terletak pada orang bebas bergaul, bebas bertemu tanpa pembatasan, maka dalam hal di masjid situasi COVID orang harus bermasker, itu harus disampaikan," tambahnya.

Imam menilai peristiwa ini terjadi karena ada perbedaan paham di masyarakat tentang pandemi COVID. Dia mengatakan ada beberapa orang yang tinggal jauh dari kota menilai COVID-19 itu tidak ada, dia menduga pemikiran inilah salah satu penyebab peristiwa pelarangan bermasker di dalam masjid ini terjadi.

"Jadi ini ada semacam pemahaman yang terlalu kaku di masyarakat, mungkin juga ada pemahaman 'orang-orang Bekasi ini, bukan orang Jakarta, yang kena (COVID) itu orang-orang Jakarta'. Ada orang-orang di kampung yang sampai sekarang itu juga bebas nggak bermasker, sebagian bermasker, salat juga rapat, jadi sebagian orang-orang kampung itu juga mengatakan bahwa isu COVID itu isunya orang Jakarta, bukan orang kampung kita, ada yang begitu. Maka dewan masjid tetap saja mengimbau untuk potensi penularan itu, udah ke mana-mana, maka tetap dianjurkan di daerah yang hijau sekalipun sebaiknya bermasker jika di tempat umum," ungkap Imam.

Imam juga mengapresiasi pihak kepolisian yang sudah melakukan mediasi kedua pihak sehingga kisruh ini berakhir damai. Dia tetap mengimbau seluruh masyarakat yang hendak ke masjid agar tetap menjaga protokol kesehatan sekalipun itu di zona hijau COVID-19.

Imam juga menegaskan DMI sudah mengeluarkan aturan tentang protokol kesehatan saat beribadah di masjid. DMI juga sudah membuat aturan tentang zakat fitrah di tengah pandemi.

Sebelumnya, video yang menunjukkan seseorang dilarang memakai masker di dalam masjid di Bekasi viral di media sosial. Kasus ini disebut polisi berakhir damai.

Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat mengatakan peristiwa jemaah masjid di Bekasi dilarang menggunakan masker terjadi pada 27 April 2021 di Masjid Al Amanah Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, kejadian itu sudah dilakukan mediasi dengan pengurus DKM Masjid.

"Saya sudah mendengar permasalahan yang terjadi di Masjid Al Amanah terkait penggunaan masker pada saat salat," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (2/5).

"Pada hari Selasa, tanggal 27 April 2021, mulai pukul 20.30 WIB sampai dengan 21.30 WIB, bertempat di ruang kerja Kapolsek Medan Satria telah dilakukan rapat mediasi antara Bapak Roni Oktavian (jemaah masjid) dengan Ustaz Abdul Rahman selaku Ketua DKM Masjid Al Amanah terkait permasalahan kesalahpahaman tentang penggunaan masker saat beribadah di dalam masjid," katanya.

Selanjutnya.

Simak Video: Pengurus Masjid di Bekasi Usir Warga yang Salat Pakai Masker

[Gambas:Video 20detik]



Agus menerangkan, kejadian itu bermula ketika sekitar pukul 14.00 WIB, pada 27 April 2021, ketika korban bersama keluarganya hendak salat Zuhur. Namun pengurus masjid melarang menggunakan masker saat berada di dalam masjid.

Dalam mediasi itu, korban meminta pengurus masjid tidak lagi bersikap melarang penggunaan masker. Menurutnya, yang dilakukannya hanya ingin menerapkan protokol kesehatan.

Setelah melakukan mediasi, polisi kemudian memberikan teguran kepada pengurus masjid. Menurutnya, di masa pandemi COVID-19, setiap orang harus menggunakan masker.

Respons DKM Masjid Al Amanah

Sementara itu, Abdul Rahman mengaku telah membuat aturan larangan penggunaan masker di dalam masjid. Dia menganggap masjid terlindung dari sebaran virus Corona.

"Saya memang menerapkan peraturan larangan masker di masjid karena tidak mau menyamakan masjid dengan pasar dan saya yakin bahwa Allah SWT melindungi kita semua yang berada di dalam masjid. Ke depannya saya tidak akan melarang lagi penggunaan masker di dalam masjid karena merupakan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19," kata Abdul Rahman sebagaimana dalam keterangan tertulis kapolsek.

Berikut ini kesimpulan hasil media yang dilakukan polisi:
1. Sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan musyawarah.
2. Pihak DKM tidak akan melakukan pelarangan lagi dalam penggunaan masker di Masjid Al Amanah.
3. Dibuatkan surat kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak.

(zap/fjp)