Kementerian ESDM Rangkum Pengembangan Biodiesel ke Dalam Buku

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 10:25 WIB
Kementerian ESDM lewat Balitbang masih melakukan serangkaian uji coba bahan bakar campuran biodiesel 30% atau B30. Saat ini tahapan uji coba telah mencapai 70%.
Foto: Solehudin
Jakarta -

Kementerian ESDM melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) bekerja sama dengan Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (APROBI) meluncurkan buku Biodiesel, Jejak Panjang Sebuah Perjuangan. Buku ini menggambarkan tentang kilas balik dari awal masa perjuangan hingga keberhasilan dalam mengimplementasikan biodiesel sebagai salah satu sumber energi masa depan Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan peluncurkan buku ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus inspirasi pengembangan biodiesel bagi generasi di masa mendatang.

"Kita akan punya satu dokumentasi baru (buku biodiesel) bagaimana upaya anak bangsa membawa suatu manfaat secara luas di masyarakat. Buku ini emang didesain khusus sebagai apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi lebih. Semoga buku ini memberikan inspirasi," ujar Dadan dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Dadan menjelaskan penyusunan buku biodiesel, dilakukan secara obyektif melalui tahapan wawancara langsung kepada kalangan akademisi, peneliti, pemerintah, maupun pengusaha yang dirangkum dan disajikan dalam bahasa yang lebih ringan.

"Ide ini berawal dari Pak Paulus (Aprobi) untuk mendokumentasikan informasi biodiesel saat rapat di Badan Litbang ESDM sebelum COVID-19," terangnya saat peluncuran secara virtual, (29/4).

Lebih lanjut, Dadan menegaskan keberhasilan biodiesel berkembang di Indonesia tak lepas dari kegigihan lembaga riset memperjuangan hasil penelitiannya. Di samping itu, terdapat dukungan dari kalangan masyarakat. "Selain hasil (riset) litbang, ini juga bukti kemenangan perjuangan society yang bisa membuka jalan," jelasnya.

Dadan mengakui pemerintah sendiri memang tidak banyak memiliki proses pembelajaran sebelumnya (lesson learned) dari negara lain dalam mengimplementasikan biodiesel. Menurutnya, ini hanya berangkat dari keyakinan bersama dan tahapannya dilakukan secara ketat dengan melibatkan tidak hanya litbang pemerintah tapi juga perguruan tinggi. "Dan tentu membuat ini mudah juga keterlibatan dari industri," terangnya.

Kendati begitu, pemerintah bersyukur hingga saat ini sudah mampu memanfaatkan biodiesel hingga pada tahap mandatori B30.

"Awalnya kita merasa B20 saja sudah cukup. Kita sudah hebat banget, tapi arahan Presiden minta lebih dari itu. Mungkin inilah kekuatan dan potensi kita untuk megoptimalkan lagi. Alhamdulillah dari tahun ke tahun kita bisa mendeliver program ini ke masyarakat dengan baik," bebernya.

Dadan pun berpesan pemanfaatan biodiesel harus lebih optimal agar dari sumber energi ini bisa naik kelas dari segala aspek. Sebab, kata dia, masih banyak peluang untuk menjadi lebih baik. Selain spesifikasi dan keberlanjutannya harus lebih baik, harus ada keberpihakan rakyat harus ada. Rantai bisnis dari petani, koperasi ke korporasi harus terlihat.

Sementara itu, Ketua Umum Aprobi MP Tumanggor menjelaskan pemilihan kata 'perjuangan' dalam buku tersebut merepresentasikan kegigihan menjadikan biodiesel untuk diakui sebagai sumber energi terbarukan sejak tahun 2008.

"Buku ini sangat penting dibaca dan dipahami bagi generasi muda. Kita ini mempunyai kekayaan alam yang luar biasa, yaitu Kelapa Sawit dan menjadi produsen terbesar di dunia dengan produksi 48 juta ton per tahun," ungkapnya.

Secara umum, Buku 'Biodiesel, Jejak Panjang Sebuah Perjuangan' yang diluncurkan kali ini memberikan gambaran mengenai kisah perjalanan biodiesel di Indonesia mulai dari awal dirintis hingga persiapan menuju keberhasilan implementasi.

Sebelum diimplementasikan, telah dilakukan riset biodiesel yang cukup panjang mulai dari laboratorium hingga uji jalan. Diawali dengan riset proses produksi biodiesel oleh beberapa lembaga riset dan perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan uji jalan dan aplikasi di lapangan untuk memastikan agar saat diimplementasikan tidak menimbulkan masalah.

Sebagai informasi, bagi masyarakat yang ingin membaca buku tersebut bisa mengakses secara gratis di laman resmi www.esdm.go.id pada bagian dokumen penting atau melalui link https://www.esdm.go.id/id/download.

(prf/ega)